Simbol Komponen Elektronika Lengkap

Desember 15, 2017
Gagalenyilih Simbol Komponen Elektronika Lengkap - Halo sobat, kali ini saya akan membahas tentang simbol-simbol komponen elektronika yang saya yakin banyak sekali jumlahnya. Komponen elektronika ini wajib kamu ketahui, minimal memahaminya. Selamat belajar!

Cara Membersihkan Bekas Timah Solder Pada PCB

Desember 08, 2017
Gagalenyilih - Untuk bisa menghilangkan atau membersihkan timah solder mungkin sama halnya dengan kamu harus bisa menyolder terlebih dahulu.

Adakalanya, kamu perlu memeriksa koneksi hasil solderan pada PCB atau komponen lain. Mungkin kamu salah terminal atau salah kaki komponen. Atau mungkin yang paling sering saya alami, saya salah menyolder point sehingga 2 point terhubung dan seharusnya tidak.


Membersihkan Timah Solder Menggunakan Penghisap (Soldering Atractor)

Solder Suck

Soldering Atractor


Masukkan pengisap solder dengan menekan plungernya.

Panaskan solder sampai kamu bisa melihatnya mencair.

Letakkan ujung solder pengisap di atas solder bersama yang dipanaskan. Kemudian dorong tombol pengisap untuk menyedot solder cairan.

Tekan ke bawah plunger lagi untuk melepaskan solder dari dalam pompa. Terkadang kamu perlu menggunakan Solder Wick untuk bisa melepaskan solder terakhir jika penghisap tidak bisa menghilangkan seluruh solderan.


Membersihkan Timah Solder Menggunakan Solder Wick

Solder Wick

Kamu bisa menggunakan Solder Wick dengan memotongnya terlebih dahulu ataupun tidak. Biasanya, saya memotong Solder Wick untuk menghindari panas dan saya menggunakan Pinset atau Tang untuk menjepitnya lalu menggunakannya


Mulailah dengan meletakkan solder pada bagian yang ingin dibersihkan

Letakkan setrika soldermu di atas Solder Wick. Setelah beberapa detik sampai solderan mencair, tariklah Solder Wick.


Itu dia tutorial cara membersihkan bekas timah solder dengan mudah. Terima kasih sudah berkunjung dan semoga bermanfaat.

Belajar Arduino - Memahami Operator Aritmatika

Desember 07, 2017
Gagalenyilih - Selanjutnya untuk pembelajaran Arduino, kamu harus memahami tentang Operator Aritmatika. Berikut ini adalah daftar operator Aritmatika yang harus kamu pahami.

Belajar Arduino - Memahami Operator Aritmatika

Daftar Operator Aritmatika

+

Yakni tanda plus. Contoh : +3.

-

Yakni tanda minus. Contoh : -3.

+ (Penjumlahan)

Tipe hasil ekspresi bergantung pada tipe operand. Jika keseluruhan operand berupa bilangan bulat, hasil ekspresi berupa bilangan bulat. Contoh : 3 + 2 = 5.
Dan jika salah satu operand berupa bilangan real, maka hasil ekspresi berupa bilangan real. Contoh : 3.0 + 2 = 5.0

- (Pengurangan)

Tipe hasil ekspresi bergantung pada tipe operand. Jika keseluruhan operand berupa bilangan bulat, maka hasil ekpresi berupa bilangan bulat. Contoh : 3 - 2 = 1.
Dan jika salah satu operand berupa bilangan real, maka hasil ekpresi berupa bilangan real. Contoh : 3.0 - 2 = 1.0

* (Perkalian)

Tipe hasil ekpresi bergantung pada tipe operand. Jika keseluruhan operand berupa bilangan bulat, hasil ekspresi berupa bilangan bulat. Contoh : 3*2 = 6.
Dan jika salah satu operand berupa bilangan real, maka hasil ekspresi berupa bilangan real. Contoh : 3.0 * 2 = 6.0.

/ (Pembagian)

Tipe hasil ekpresi bergantung pada tipe operand. Jika keseluruhan operand berupa bilangan bulat, hasil ekspresi berupa bilangan bulat. Contoh : 8 / 2 = 4.
Dan jika salah satu operand berupa bilangan real, maka hasil ekspresi berupa bilangan real. Contoh : 8.0 / 2 = 4.0.

% (Sisa Pembagian)

Operator ini hanya berlaku untuk bilangan bulat.


Lankah selanjutnya : Fungsi-fungsi Matematika.

Belajar Arduino - Ekspresi, Operand dan Operator

Desember 06, 2017
Gagalenyilih - Langkah selanjutnya dalam pembelajaran Arduino adalah mempelajari tentang Ekspresi, Operand dan Operator.

Ekspresi atau ungkapan adalah suatu rangkaian operator, variabel, fungsi, atau konstanta yang ditujukan untuk menghasilkan sebuah nilai dengan tipe tertentu. Ekspresi biasa dipakai di dalam pemograman, misalnya untuk menghitung arus yang mengalir di suatu resistor :

arus = tegangan/ resistansi;

Baca juga : Belajar Arduino Untuk Pemula

Pada contoh diatas, terdapat dua ekspresi. Kedua ekspresi yang dimaksud ditunjukkan pada gambar berikut ini.
Gambar 1.1
Sebagai contoh, ekspresi tegangan / resistansi menghasilka 0,022. Selanjutnya , nilai 0,022 tersebut diberikan ke variabel arus.

Pada ekspresi tegangan / resistansi, tegangan dan resistansi berkedudukan sebagai operator dan / berkedudukan sebagai operator. Lihat gambar 1.1

Baca selanjutnya : Operator Aritmatika.

Semoga bermanfaat.

Belajar Arduino - Konstanta Bilangan dan Variabel

Desember 05, 2017
Gagalenyillih - Selanjutnya, untuk bisa memahami pemograman Arduino, kamu harus mengerti tentang konstanta Bilangan dan Variabel. Disini saya akan menjelaskan kedalam beberapa bagian yakni :
  • Konstanta bilangan bulat.
  • Konstanta bilangan real.
  • Variabel konstan.
  • Lingkup Variabel.
  • Aturan penamaan Variabel.

Baca juga : Belajar Arduino Untuk Pemula hingga Mahir.

Belajar Arduino - Konstanta Bilangan dan Variabel

Konstanta Bilangan Bulat

Konstanta seperti 123 adalah konstanta bilangan bulat. Basis bilangan yang digunakan adalah 10. Namun, selain basis 10, penulisan konstanta bilangan bulat dimungkinkan disajikan dengan basis bilangan 2 (biner), 8 (oktal) dan 16 (heksadesimal). Berikut ini adalah pedoman penulisan konstanta bilangan bulat untuk selain yang berbasis 10.
  • Konstanta bilangan bulat berbasis 2 diawali dengan huruf B dan diikuti dengan maksimal 8 digit biner. (0 atau 1). Contoh : B11 identik dengan 4 dalam sistem desimal.
  • Konstanta bilangan bulat berbasis 8 diawali dengan angka nol dan diikuti dengan digit-digit oktal (angka 0 sampai 7). Contoh : 010 identik dengan 8.
  • Konstanta bilangan bulat berbais 16 diawali dengan 0x (anka 0 dan huruf x kecil) dan diikuti dengan maksimal digit-digit heksadesimal (angka 0 sampai dengan 9, huruf A,B,C,D,E dan F). Huruf kecil atau huruf kapital bisa digunakan dan maknanya sama. Contoh : 0xFF identik dengan 255.

Konstanta Bilangan Real

Pada konstanta bilangan pecahan (real), tanda pecahan yang digunakan berupa titik. Contoh : konstanta 2.5 berarti 2,5 (dua setengah). Notasi E atau e bisa digunakan untuk menyatakan tanda eksponen (pangkat). Contoh : 1.2E3 atau 1.2e+3 berarti 1,2 x 103


Variabel Konstan

Variabel konstan adalah variabel yang "hanya bisa dibaca". Deklarasi dilakukan dengan menambahkan kata-kunci const di depan data. Contoh :
const int PIN12 = 12;

Dengan cara seperti itu, variabel PIN12 diisi dengan 12 tetapi setelah itu tidak bisa diubah. Karena sifatnya yang demikian, variabel konstan sering disebut sebagai konstanta. Perlu diketahui, nama variabel konstan biasa ditulis dengan huruf kapital walaupun hal tersebut bukanlah keharusan.

Lingkup Variabel

Variabel di Arduino dapat dibedakan menjadi variabel global dan variabel lokal. Perbedaannya sebagai beriktu ini :
  • Variabel global adalah variabel yang dideklarasikan di luar fungsi. Variabel ini bisa diakses  oleh fungsi mana saja.
  • Variabel lokal adalah variabel yang didklarasikan di dalam suatu fungsi. Variabel tersebut hanya dikenal di fungsi tempat variabel dideklarasikan. Variabel lokal terutama digunakan untuk kepentingan pengulangan (misalnya digunakan sebagai variabel di perintah for).

Aturan Penamaan Variabel

Aturan yang berlaku untuk penamaan variabel sebenarnya berlaku untuk pengenal atau nama yang digunakan dalam sketch (misalnya untuk memberi nama fungsi atau konstanta). Aturannya sebagai berikut :
  • Harus diawali dengan huruf atau simbol garis bawah ( _ ).
  • Sisanya dapat berupa huruf, angka, atau simbol garis bawah ( _ ).
  • Huruf kecil dan kapital dibedakan.
  • Tidak boleh menggunkaan kata tercadang atau kata kunci, seperti  for atau  while.
Kata tercadang (reserved word) atau kadang disebut kata kunci (keyword) aalah kata-kata yang diperuntukkan secara khusus oleh bahasa pemograman dan tidak boleh digunakan sebagai pengenal (nama).
Secara khusus, nama variabel menggunakan notawsi punuk unta umum dipakai. Artinya, jika suatu variabel memiliki nama yang mengandung lebih dari satu kata, awal setiap kata selain kata pertama ditulis dengan huruf kapital. Tiga contoh penamaan variabel berdasarkan kriteria tersebut dapat dilihat dibawah ini.
'statusLED
nilaiTeganganResistor

Selanjutnya : Ekspresi, Operand dan Operator

Belajar Arduino - Memahami Variabel dan Tipe Data

Desember 04, 2017
Gagalenyilih - Memahami Variabel dan Tipe Data -  Variabel dan tipe data adalah dasar bahasa pemograman yang perlu dipahami. Banyak kode yang sangat bergantung pada variabel dan variabel yang digunakan harus memiliki suatu tipe data.

Baca juga : Belajar Arduino Untuk Pemula Hingga Mahir

Belajar Arduino - Memahami Variabel dan Tipe Data

Pengertian Variabel

Variabel adalah suatu nama di memori mikrokontoler yang berguna untuk menyimpan nilai dan nilainya bisa diubah sewaktu-waktu. Misalnya sistema akan menghitung suatu objek di variabel bernama Pencacah. Nilai di variabel tersebut akan dinaikkan sebesar satu setiap kali sebuah objek dihitung. Tapi, perlu diketahui, perubahan seperti itu dilakukan bukan di sketch, melainkan dilaksanakan ketika binary sketch dieksekusi oleh Arduino Uno.

Kebalikan Variabel adalah Konstanta. Konstanta berarti  nilai yang tetap.
Contoh konstanta adalah 12 pada deklarasi berikut ini.
const int PIN12 = 12;


Deklarasi Variabel

Hal penting yang perlu diperhatikan, jika variabel digunakan didalam sketch, variabel tersebut harus dideklarasikan terlebih dahulu, Deklarasi variabel berarti pemberitahuan bahwa terdapat variabel yang akan digunakan di dalam sketch, sekaligus digunakan sebagai penentuan tipe data untuk variabel tersebut.

Tipe data menyatakan bentuk data yang bisa disimpan di dalam variabel. Sebagai contoh :
int pencacah;

berfungsi untuk mendeklarasikan variabel bernama pencacah dengan tipe data berupa int. Dalam hal ini, int menyatakan tipe data bilangan bulat. Dengan demikian, hanya bilangan bulat yang bisa disimpan didalam variabel tersebut.

Deklarasi suatu variabel juga bisa sekaligus diikuti dengan pengisian nilai awal untuk variabel. Sebagai contoh :
int pencacah = 0;

adalah pernyataan yang mendeklarasikan pencacah sebagai variabel bertipe int dan nilai awalnya adalah nol.


Penugasan Nilai Variabel

Pemberian nilai ke suatu variabel dilakukan melalui pernyataan penugasan yang berbentuk seperti berikut :

variabel = nilai;

Sebagai contoh :

pencacah = 1;

dimaksudkan untuk memberikan nilai 1 ke variabel pencacah. Setelah pernyataan itu dieksekusi, pencacah bernilai 1. Tanda = dinamakan sebagai operator penugasan.

Tanda spasi di depan dan di belakang operator (misalnya pada operator = di depan) bersifat opsional, tetapi penyertaannya dianjurkan agar penulisannya mudah dibaca oleh orang.

Pemberian nilai juga bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut :
pencacah = pencacah + 1;

Pada bentuk seperti itu, nilai baru untuk  pencacah  adalah  nilai lama pencacah ditambah dengan 1. Pernyataan tersebut berguna untuk menaikkan isi variabel pencacah sebesar 1.

Secara khusus, pernyataan :
pencacah = pencacah + 1;
bisa ditulisa menjadi :
pencacah += pencacah; pencacah ++; 


 Tipe Data

Tipe data bisa digunakan di Sketch cukup beragam. Tipe dasar yang tersedia bisa kamu lihat pada keterangan berikut ini :
  • Boolean = Tipe boolean hanya dapat digunakan untuk menampung dua nilai saja true atau false. Kedua nilai tersebut adalah konstanta yang sudah disediakan di bahasa Arduino. Variabel yang bertipe boolean biasa digunakan pada kondisi pernyataan seperti if, while, dan for. Kebutuhan memori 1 byte.
  • Char = Tipe char berguna untuk menyimpan sebuah nilai karakter seperti 'A','9', dan '*'. Perlu diketahui, konstanta karakter ditulis di dalam tanda petik tunggal. Didalam memori, karakter disimpan dalam bentuk bilangan (ASCII), yang berkisar antara 128 hingga 127. Dengan demikian char huruf='A' dengan char huruf=65; adalah sama saja. Kebutuhan memori 1 byte.
  • Unsigned char = Serupa dengan tipe char, tetapi bilangan akan dikodekan dalam bentuk bilangan positif antara 0 sampai dengan 255. Kebutuhan memori 1 byte.
  • Byte = Tipe data ini berguna untuk menampung bilangan bulat yang berkisar antara 0 hingga 255. Kebutuhan memori 1 byte.
  • Int = Tipe data ini berguna untuk menampung bilangan bulat yang berkisar antara -32768 hingga 32767.
  • Unsigned int = Tipe data ini berguna untuk menampung bilangan bulat yang berkisar antara 0 hingga 65535. Konstanta bertipe unsigned int bisa dituli dengan akhiran U atau u. Contoh : 33U. Kebutuhan memori 2 byte.
  • Word = Tipe word identik dengan unsigned int. Kebutuhan memori 2 byte.
  • Long = Tipe data ini berguna untuk menampung bilangan bulat yang berkisar antara -2.147.483.648 hingga 2.147.483.647. Konstanta bertipe long ditulis dengan akhiran L atau l. Contoh : 45678901L. Kebutuhan memori 4 byte.
  • Unsigned long = Tipe data ini berguna untuk menampung bilangan bulat yang berkisar antara 0 hingga 4.294.967.295. Konstanta bertioe unsigned long bisa ditulisa dengan akhiran UL atau ul. Kebutuhan memori 4 byte.
  • Float = Tipe data ini berguna untuk menyimpan bilangan real. Angka yang bisa disimpan dari -3.4028235E+38 hingga 3.4028235E+38. Tingkat presisi hingga 6-7 digit. Kebutuhan memori 4 byte.
  • Double =  Di Arduino, double dan float tidak berbeda.

Baca Selanjutnya : Konstanta Bilangan dan Variabel.

Cara Membuat Traffic Light Menggunakan Arduino (Sketch)

Desember 03, 2017
Gagalenyilih Cara Membuat Traffic Light Menggunakan Arduino (Sketch) - Traffic light atau lampu lalu lintas termasuk salah satu proyek Arduino yang menyenangkan. Sangat sederhana dan mudah untuk dipelajari. Lebih lanjut lagi nanti akan dibahas tentang Arduino untuk Traffic light tingkat atas atau yang sudah lebih paham tentang Arduino.

Jangan khawatir jika kamu belum pernah menggunakan Arduino sebelumnya karena disini ada Tutorial belajar Arduino untuk pemula sampai mahir.

Baca juga :


Alat dan bahan yang dibutuhkan

  • LED warna merah, hijau dan kuning masing-masing 2 buah.
  • Board.
  • Resistor 220Ohm atau mendekati, sebanyak 6 buah.
  • Kabel koneksi.
  • Tombol 1 buah.
  • Resistor 10K sebanyak 1 buah.
  • Arduino UNO.
Saya sarankan untuk membeli Arduino Uno Starter Kit karena alat dan bahannya sudah lengkap. Jadi kamu tidak perlu repot lagi mencari-cari yang lain. Kamu bisa mendapatkannya di Online Shop seperti Lazada, Bukapalak atau Tokopedia.

Arduino Traffic Light Tingkat Pemula

Lihatlah contoh sederhana Traffic light menggunakan Arduino berikut ini :

Cara Membuat Traffic Light Menggunakan Arduino (Sketch)

Sambungkan kaki Anoda LED (kaki panjang) masing masing ke PIN Arduino nomor 8, 9 dan 10 setelah sebelumnya melewati resistor 220Ohm terlebih dahulu.

Lalu hubungkan kaki Katoda LED (kaki pendek) ke Pin Ground (Gnd) Arduino.

Disini saya menggunakan Software Fritzing untuk menggambar diagram  diatas. Gratis!!!!


Sketch Traffic Light untuk pemula

Mulailah membuat sketch dengan membuat Variabel sehingga nanti kamu bisa mengatur LED sesuai PIN.

Bukalah Arduino IDE dan buatlah lembar kerja baru. Masukkan kode berikut ini!
int red = 10;
int yellow = 9;
int green = 8;

Kemudian, saatnya untuk mengatur Fungsi. Dimana kita akan mengatur LED merah, kuning dan hijau menjadi Output atau keluaran. Karena kamu sudah membuat variabel untuk mewakili nomor PIN, sekarang kamu bisa menulis nomor pin dengan nama.

void setup(){
    pinMode(red, OUTPUT);
    pinMode(yellow, OUTPUT);
    pinMode(green, OUTPUT);
}

Potongan kode-kode diatas adalah bagian yang paling dasar. Mari kita lanjut ke bagian yang lebih kompleks. Coba tambahkan kode berikut ini dan simulasikan. Lihat apa yang terjadi dan pahamilah setiap kode yang ada karena Programmer akan lebih mudah mengerti dari praktek.

void loop(){
    changeLights();
    delay(15000);
}

void changeLights(){
    // green off, yellow on for 3 seconds
    digitalWrite(green, LOW);
    digitalWrite(yellow, HIGH);
    delay(3000);

    // turn off yellow, then turn red on for 5 seconds
    digitalWrite(yellow, LOW);
    digitalWrite(red, HIGH);
    delay(5000);

    // red and yellow on for 2 seconds (red is already on though)
    digitalWrite(yellow, HIGH);
    delay(2000);

    // turn off red and yellow, then turn on green
    digitalWrite(yellow, LOW);
    digitalWrite(red, LOW);
    digitalWrite(green, HIGH);
    delay(3000);
}

Selesai! Sekarang saatnya untuk meng-upload dan menjalankan program tersebut (Pastikan untuk memilik board dan port yang benat dengan cara pilih menu Tools > Port and Tools > Board menus).


Selamat mencoba dan semoga bermanfaat!