Penhapusan Postingan CX Programmer Full Version

Februari 20, 2018
Gagalenyilih  - Halo sobatku semuanya. Mimpi apa saya semalam. Baru saja saya mendapatkan sebuah Email dari Google Adsense untuk menghapus artikel saya yang berisi link donlot cx programmer. Yah, memang saya sudah mengetahui sebelumnya bahwa pihak Adsense melarang para publishernya untuk membagikan info atau software bajakan atau cr*ck.

Maka dari itu, dengan berat hati, saya akan menghapus artikel tersebut. TAPI tenang saja karena sobat masih bisa mendapatkan software tersebut dengan cara menghubungi saya via email. Nanti akan saya infokan link nya.

Berikut ini adalah isi email yang di kirim oleh pihak Adsense.


Untuk mendapatkan penghasilan, saya memasang iklan di blog saya ini. Yak, Google Adsense. Karena pada umumnya saya hanyalah karyawan dengan gaji tetap yang tidak besar, maka saya terjun ke dunia Blogging.

Oleh karena itu, agar saya tetap bisa meneruskan Blog ini, untuk kebaikan blog ini juga, saya akan menghapus artikel Donlot CX Programmer Full Version.

Demikian informasi yang bisa saya sampaikan.

Terima kasih sudah menjadi pengunjung setia blog Gagalenyilih.

Pentingnya Fungsi Emergency Stop Dalam Sistem Kontrol

Februari 15, 2018
Gagalenyilih - Emergency Stop sudah tidak asing lagi di dalam sistem kontrol. Bisa kamu lihat di banyak panel kontrol yang ada di pabrik-pabrik misalnya, pasti selalu ada (push button) tombol Emergency Stop.

Emergency stop, jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia berarti Berhenti Darurat. Seperti artinya, fungsinya untuk menghentikan sistem secara cepat saat keadaan darurat.

Keadaan darurat misalnya saja mesin berjalan (conveyor atau Hanger), akan menabrak mesin lain karena ada sensor yang rusak, Operator yang melihat hal tersebut bisa langsung menekan tombol Emergency Stop. Maka mesin akan otomatis berhenti.

Pentingnya Fungsi Emergency Stop Dalam Sistem Kontrol

Biasanya Emergency stop dipasang secara seri untuk memutus arus kontrol utama. Sehingga jika tombol tersebut ditekan, maka otomatis akan menghentikan sistem.

Saya pribadi biasanya menggunakan tombol Emergency stop untuk menghentikan arus dan juga untuk memutus bit yang ada di dalam program PLC (jika mesin yang digunakan ada PLC-nya). Hal ini akan memberikan pengamanan Ganda juga akan me-reset program ke kondisi awal.

Pentingnya Fungsi Emergency Stop Dalam Sistem Kontrol
Program PLC Mitsubishi

Jika kamu lihat pada gambar diatas, letak input Emergency Stop berada di samping PB Stop. Jadi, fungsinya sama antara keduanya. Beda lagi jika kamu ingin menambahkan lampu indikator jika tombol Emergency stop ditekan, kamu harus menambahkan ladder baru. Contohnya seperti berikut ini.

Pentingnya Fungsi Emergency Stop Dalam Sistem Kontrol
Program PLC Mitsubishi

Kesimpulannya, dalam sistem kontrol wajib mengunakan tombol Emergency Stop.

Cara Memasang Kontaktor Fuji SC 03 (Wiring)

Januari 12, 2018
Gagalenyilih - Seperti yang sudah pernah saya jelaskan sebelumnya, layaknya relay, kontaktor bisa disebut sebagai saklar magnetik. Sebelumnya ini saya juga sudah pernah membahas tentang tutorial cara memasang kontaktor, tapi yang ber merk Schneider. Karena seperti yang kita tahu bahwa tiap-tiao merk berbeda bentuknya walaupun fungsinya sama.

Oleh karena itulah saya yakin masih ada beberapa orang yang belum tahu cara memasang kontaktor Fuji.

Cara Memasang Kontaktor Fuji SC 03 (Wiring)

Cara Memasang Kontaktor Fuji SC 03 (Wiring)

Dari gambar diatas bisa kita lihat terdapat terminal :
  • A1
  • A2
  • 1 L1
  • 2 T1
  • 3 L2
  • 4 T2
  • 5 L3
  • 6 T3
  • 13 NO
  • 14

Sama halnya dengan merk kontaktor lainnya, Fungsi terminal A1 dan A2 adalah untuk trigger menyalakan kontaktor. Dalam kasus ini saya menggunakan kontaktor Fuji SC 03 yang membutuhkan source tegangan 220VAC. Maka dari itu, terminal A1 mendapatkan fasa alias L, dan terminal A2 mendapatkan netral.

Untuk terminal 1 L1, 3 L2, dan 5 L3, mendapatkan sumber tegangan 3 phase yakni U V dan W. Dalam kasus ini saya menggunakan kontaktor untuk menjalankan Motor listrik 3 phase.

Lalu, untuk terminal 2 T2, 4 T2, dan 6 T3, dihubungkan ke terminal U1, V1 dan W1 yang terdapat pada terminal motor listrik.

Cara Memasang Kontaktor Fuji SC 03 (Wiring)

Sedangkan untuk terminal 13 dan 14, terminal tersebut adalah kontak NO yang akan bekerja saat kontaktor nyala. Dalam hal ini sebagai opsional (pilihan) saja. Biasanya digunakan untuk interlock.

Baca juga : Contoh penggunaan Kontaktor dalam sistem kontrol.


Cara Memasang Kontaktor Fuji SC 03 (Wiring)

Cukup segitu saja penjelasan dari saya tentang cara memasang kontaktor fuji di sistem kontrol. Jika artikel tersebut bermanfaat, silahkan share dan subscribe untuk mendapatkan pemberitahuan update terbaru dari kami.

Terima kasih dan semoga bermanfaat.

Program PLC Mitsubishi FX Series Satu Tombol Dua Fungsi

Januari 01, 2018
Gagalenyilih - Baru saja saya mendapatkan pertannyaan dari salah satu pengunjung disini tentang program PLC Mitsubishi satu tombol dua fungsi. Cara kerja program tersebut sangat sederhana tetapi sering sekali digunakan oleh para programmer PLC. Alasannya adalah program tersebut bisa menghemat I/O. Dan juga budget. Masalahnya disini, untuk program pertama yang saya bagikan, menggunakan instruksi Falling Pulse yang ternyata tidak bisa digunakan di beberapa tipe PLC Mitsubishi contohnya FX Series. Maka dari itu, saya sudah membuatnya untuk PLC FX Series satu tombol dua fungsi.

Program PLC Mitsubishi FX Series Satu Tombol Dua Fungsi


Baca juga :

Oke langsung saja kita simak gambar program PLC berikut ini.

Program PLC Mitsubishi FX Series Satu Tombol Dua Fungsi
Klik untuk memperbesar

Cara kerja Ladder diatas sama saja dengan Program PLC Mitsubishi satu tombol dua fungsi yang saya buat sebelumnya. Bedanya disini saya tidak menggunakan instruksi falling pulse karena beberapa tipe PLC Mitsubishi tidak mendukung kita menggunakannya.

Coba bedakan Ladder diatas dengan Ladder berikut ini !

Program PLC Mitsubishi FX Series Satu Tombol Dua Fungsi

Tampak sekali perbedaannya ada pada instruksi Falling Pulse. Tidak hanya itu, apakah kamu menyadarinya?

Alasan saya menggunakan instruksi Falling Pulse adalah karena bisa menghemat rung dan internal memory pada PLC. Cobalah hitung berapa rung yang saya butuhkan untuk membuat proram PLC satu tombol dua fungsi dari kedua gambar tersebut!

Program PLC yang terlihat pada gambar pertama membutuhkan 4 Rung dan membutuhkan 3 M-memory.

Sedangkan program PLC yang terlihat pada gambar kedua membutuhkan 2 M-memory. Jelas sudah mengapa saya menggunakan Falling Pulse.

Cukup disini saja penjelasan dari saya. Jika masih ada yang kurang jelas silahkan tuliskan komentar kamu disini.

Terima kasih sudah berkunjung dan semoga bermanfaat.

Tutorial Arduino - Belajar Pernyataan Switch

Desember 27, 2017
Gagalenyilih - Setelah sebelumnya kamu mempelajari tentang jenis-jenis Operator yang ada pada Arduino, kali ini saya akan menjelaskan tentang Pernyataan Switch pada pemogramana Sketch Arduino.

Baca juga : Tutorial Arduino untuk pemula

Tutorial Arduino - Belajar Pernyataan Switch

Belajar Pernyataan Switch

Pernyataan switch berguna untuk menggantikan if bersarang (if yang berada di dalam if) yang melibatkan operator ==. Sebagai contoh, terdapat pernyataan if seperti berikut ini :
if (bilangan == 0)
 digitalWrite (LED_MERAH, HIGH) ;
else
 if (bilangan == 1)
  digitalWrite (LED_HIJAU, HIGH) ;
 else
  digitalWrite (LED_MERAH, HIGH) ;

Pernyataan diatas dapat digantikan dengan switch seperti berikut :
switch (bilangan) {
 case 0:
  digitalWrite (LED_MERAH, HIGH);
  break;
 case 1:
  digitalWrite (LED_HIJAU, HIGH);
  break;
 default:
  digitalWrite (LED_KUNING, HIGH);


Pernyataan diatas berarti bahwa jika bilangan bernilai 0 maka dua pernyataan dibawahnya akan dijalankan. Dalam hal ini, break digunakan unutk mengakhiri switch.

Jika bilangan bernilai 1 maka dua pernyataan dibawahnya akan dijalankan. Dalam hal ini break digunakan untuk mengakhiri switch.

Jika bilangan tidak berupa 0 atau 1, maka dua pernyataan dibawahnya akan dijalankan.

Bagian default dijalankan jika bilangan tidak cocok dengan seluruh case. Bagian ini bisa tidak ada.


Semoga bermanfaat.

Selanjutnya : Proyek LED Dikendalikan Tombol

Tutorial Arduino - Operator Relasional dan Boolean

Desember 25, 2017
Gagalenyilih - Tahap selanjutnya dalam pembelajaran Arduino adalah dengan memahami Operator Relasional dan operator Boolean.

Baca juga : Tutorial Arduino Untuk Pemula

Tutorial Arduino - Operator Relasional dan Boolean


Tutorial Arduino - Operator Relasional dan Boolean

Operator Relasional

Operator pembanding atau operator relasional adalah operator yang digunakan dalam suatu ekspresi yang selalu menghasilkan nilai berupa benar atau salah. Enam operator relasional yang tersedia dicantumkan di tabel berikut ini :
Operator Keterangan Contoh
== Operator "Sama dengan" 1 == 1 (benar)
1 == 10 (salah)
!= Operator "Tidak sama dengan" 1 != 1 (salah)
1 != 10 (benar)
> Operator "Lebih dari" 3 > 2 (benar)
2 > 3 (salah)
>= Operator "Lebih dari atau sama dengan" 3 >= 3 (benar)
2 >= 2 (benar)
2 >= 3 (salah)
< Operator "Kurang dari" 2 < 3 (benara)
4 < 3 (salah)



Operator Boolean

Operator Boolean adalah operator yang melibatkan operand bertipe boolean (nilai benar atau salah, yang diwakili oleh true atau false) yang tersedia berupa && (dibaca: dan), || (dibaca: atau), dan ! (dibaca: bukan).

Operator && dan || melibatkan dua operand, sedangkan ! hanya melibatkan satu operand.

Ekspresi yang menggunakan && hanya menghasilkan benar kalau kedua operand-nya bernilai benar. Sebaliknya, ekspresi yang menggunakan || menghasilkan salah hanya kalau kedua operand-nya bernilai salah.

Lihatlah tabel berikut ini untuk mengetahui kebenaran kedua operator terebut!

A B A && B A || B
Salah Salah Salah Salah
Salah Benar Salah Benar
Benar Salah Salah Benar
Benar Benar Benar Benar


Operator ! berguna untuk menyatakan "bukan". Kondisinya seperti ini :

a != 5

bisa ditulis menjadi :

! a == 5



Operator ?: sebagai pengganti if

Operator ?: biasa disebut sebagai operator kondisi. Operator ini dapat digunakan untuk menghasilkan dua kemungkinan berdasarkan suatu kondisi sehingga dalam keadaan tertentu dapat digunakan untuk menggantikan if. Bentuk penggunaan ditunjukkan pada gambar berikut ini :

Tutorial Arduino - Operator Relasional dan Boolean

Semoga bermanfaat.

Selanjutnya : Pernyataan Switch

Tutorial Arduino - Belajar Memahami Pernyataan if

Desember 24, 2017
Gagalenyilih - Tutorial Arduino - Pernyataan if sangat diperlukan untuk menangani masalah yang memerlukan pengambilan keputusan. Sebagai contoh, terdapat dua pilihan yang akan menentukan lampu LED merah yang dinyalakan atau lampu LED hijau yang dinyalakan berdasarkan suatu kondisi. Hal seperti itu diselesaikan dengan menggunakan if.

Baca juga : Tutorial Arduino untuk Pemula


Tutorial Arduino - Belajar Memahami Pernyataan if

Tutorial Arduino - Belajar Memahami Pernyataan if

Bentuk pernyataan if yang paling sederhana seperti berikut :

if (kondisi)
 pernyataan


Pada bentuk seperti itu, bagian pernyataan hanya akan dijalankan jika kondisi bernilai (true).

Bentuk if yang lain seperti berikut :

if (kondisi)
 pernyataan_A

else
 pernyataan_B


Pada bentuk seperti itu, pernyataan_A dijalankan jika kondisi bernilai benar (true). Adapaun pernyataan_B (yang terletak pada bagian else) hanya akan dijalankan jika kondisi bernilai salah (false).

Pernyataan yang dijalankan di bagian if ataupun di else bisa lebih dari satu. Pada keadaan seperti itu, pernyataan yang lebih dari satu perlu ditulis di dalam tanda { dan }. Jadi, bentuk if dan else yang digunakan untuk menjalankan beberapa pernyataan seperti berikut :

if (kondisi) {
 pernyataan_A1
 ...
 pernyataan_AN
}

else {
 pernyataan_B1
 ...
 pernyataan_BN
}


Perhatikan keberadaan pasangan { dan } yang mengapit beberapa pernyataan. Pada contoh diatas, pernyataan_A1 hingga pernyataan_AN dijalankan jika kondisi bernilai benar. Adapun pernyataan_B1 hingga pernyataan_BN dijalankan jika kondisi bernilai salah.

Pasangan tanda { dan } boleh tidak disertakan jika yang ada di dalam hanya sebuah pernyataan. Sejumlah pernyataan yang berada di dalam { } dianggap sebagai sebuah pernyataan.

Tanda { } disertai dengan pernyataan-pernyataan yang ada didalamnya dinamakan pernyataan majemuk atau terkadang disebut sebagai blok.

Perlu diperhatikan, sesudah tanda } tidak ada titik koma. 
Semoga bermanfaat.