Cara Install Software CX Programmer

April 11, 2018
Gagalenyilih - Berhubung banyak sekali yang bertanya dan belum tahu bagaimana sih caranya install software CX Programmer yang didapat dari Blog Gagalenyilih, saya akan membuatkan tutorialnya.

Sebelumnya saya minta maaf karena baru sempat posting tutorial ini karena kesibukan saya akhir-akhir ini.



Oke tidak usah berpanjang lebar karena yang panjang mulutnya siapa?? (Tukul...)

Yang lebar mulutnya siapa? (Tukul....)

Mari kita sambit dan pelajari Tutorial Install Software CX Programmer Gagalenyilih.

Cara Install Software CX Programmer

Cara Install Software CX Programmer

Saya anggap agan2 sudah mengunduh software CX Programmer nya. Kalau belum, agan bisa download DISINI.

Buka Folder tempat agan menyimpan File tersebut.

Cara Install Software CX Programmer

Ekstrak salah satu file Zip seperti pada gambar diatas. Disini saya menggunakan aplikasi 7-Zip. Kamu bisa mendapatkan aplikasi tersebut di gigapurbalingga atau bagas31.

Jika sudah di ekstrak, nanti otomatis semua file juga akan ikut ter-ekstrak dan berada di Folder CX-ProgV9.3

Buka Folder CX-ProgV9.3.

Klik Kanan > Run Administrator pada file Autorun.exe

Cara Install Software CX Programmer

Ikuti petunjuk instalasi seperti biasa.

PENTING! Jika ada pilihan Checklist (centang), maka pilih saja semua.

Mudah kan?

Terima kasih dan semoga bermanfaat.



Oh iya, jangan lupa Subscribe blog ini dan Share artikel ini ya gan?

Belajar Program PLC Mitsubishi Block Compare

Maret 29, 2018
Gagalenyilih - Lagi-lagi, ada banyak sekali instruksi PLC Mitsubishi yang saya temukan saat mempelajari lebih dalam. Kali ini saya akan berbagi ilmu lagi tentang instruksi perbandingan / Compare yang ada pada PLC Mitsubishi.

BACA JUGA : Instruksi Perbandingan 16 Bit BIN di PLC Mitsubishi
BACA JUGA : Instruksi Block Compare Range PLC Omron

Berbeda dengan instruksi perbandingan / Compare PLC yang sebelumnya saya jelaskan. Instruksi ini sangat berguna jika kamu ingin menggunakan banyak comparing data.

Lihat gambar berikut!

Belajar Program PLC Mitsubishi Block Compare
Nilai tidak sama, Bit tidak ON

Belajar Program PLC Mitsubishi Block Compare
Nilai sama, Bit ON

Belajar Program PLC Mitsubishi Block Compare

Belajar Program PLC Mitsubishi Block Compare

Lihatlah gambar diatas! Ada 5 ladder perbandingan / Comparing.

Itu baru 5 buah perbandingan saja, bayangkan jika ada puluhan perbandingan? Bisa kriting jari kamu Sob. Maka dari itu kamu harus menggunakan Instruksi Block Compare.

Block Compare PLC Mitsubishi

Ada beberapa jenis Block Compare, yakni :
  • BKCMP <
  • BKCMP <=
  • BKCMP <=P
  • BKCMP <>
  • BKCMP<>P
  • BKCMP =
  • BKCMP =P
  • BKCMP >
  • BKCMP >=
  • BKCMP >=P
  • BKCMP>P
Saya tidak akan menjelaskan semua jenis instruksi diatas karena pada dasarnya fungsinya sama dengan instruksi Compare yang sudah saya jelaskan pada Artikel Instruksi Perbandingan 16 Bit BIN di PLC Mitsubishi.

Sebagai contoh saja, saya akan menjelaskan tentang instruksi BKCMP =.

Belajar Program PLC Mitsubishi Block Compare

Program PLC diatas menjelaskan bahwa :
  • Jika nilai D0 sama dengan D10, L0 akan aktif.
  • Jika nilai D1 sama dengan D11, L1 akan aktif.
  • Jika nilai D2 sama dengan D12, L2 akan aktif.
  • Jika nilai D3 sama dengan D13, L3 akan aktif.
  • Jika nilai D4 sama dengan D14, L4 akan aktif.
Lebih sederhana dan enak dibaca bukan?

Semoga bermanfaat.

Belajar Program PLC Omron - Memahami Fungsi Instruksi Block Compare

Maret 28, 2018
Gagalenyilih - Belajar Program PLC Omron - Memahami Fungsi Instruksi Block Compare - Kali ini saya akan memberikan penjelasan tentang salah satu instruksi yang ada di PLC Omron.

Instruksi ini sangat berguna untuk melakukan compare / perbandingan data jenis range (area).

Instruksi ini baru pertama kali saya gunakan saat saya mendapatkan projek di PT Astra Daihatsu Motor Sunter baru-baru ini.

Sedikit gambaran, saya menggunakan Motor listrik sebagai penggerak mesin naik turun serta Encoder untuk membaca Pulsa.

Saat pulsa mencapai ke nilai tertentu yang telah ditentukan, maka saya akan memainkan bit untuk Low Speed atau High Speed putaran motor.

Saya bisa saja menggunakan instruksi compare CMP, tetapi akan membutuhkan rung yang banyak. Maka dari itu instruksi BCMP sangat berguna disini.

Memahami Fungsi Instruksi Block Compare

1

Bisa kamu lihat penjelasan fungsi dari instruksi tersebut pada kolom Function. Instruksi ini berfungsi untuk membandinkan sumber data sebanyak 16 range perbandingan. Dengan masing-masing mempunyai 16 batas minimum dan 16 batas nilai maksimum.

Mungkin penjelasan saya kurang bisa dimengerti, mari kita lihat penjelasan saya berikutnya.

2


1. Comparison Data (S)

Adalah nilai memory PLC yang digunakan sebagai nilai acuan.

2. Lower Limit Value

 Adalah batas minimal nilai memory.

3. Upper Limit Value

Adalah batas maksimal nilai memory.

4. R

Adalah Bit yang akan aktif jika nilai S berada diantara Lower Limit dan Upper Limit. Misalnya saja nilai S adalah 5. Lalu Lower limit di tetapkan menjadi 0 dan nilai Upper Limit ditetapkan menjadi 10. Maka bisa diartikan bahwa 5 adalah nilai diantara 0 dengan 10.

0 >= 5 <= 10

Dengan begitu, R akan aktif.


Contoh Kasus 

Ok agar kamu lebih paham, mari kita langsung praktekkan.

1. Saya ingin mengaktifkan Bit H2.00 jika nilai S berada diantara 1 dan 100.
2. Saya ingin mengaktifkan Bit H2.01 jika nilai S berada diantara 101 dan 200.
3. Saya ingin mengaktifkan Bit H2.02 jika nilai S berada diantara 201 dan 300.
4. Saya ingin mengaktifkan Bit H2.03 jika nilai S berada diantara 301 dan 400.

Jika dibuat simbol matematika-nya seperti berikut ini :

1. 1  >= S <= 100

2. 101 >= S <= 200

3. 201 >= S <= 300

4. 301 >= S <= 400

Kalo gak paham berarti kamu harus balik lagi ke SD kelas 2 ya :D


Kemudian saya menggunakan :
1. D10 sebagai S.
2. D100 sebagai B.
3. H2 sebagai R.

Contoh Ladder PLC Omron CQM1H

Berikut ini contoh Ladder yang menggunakan instruksi BCMP.

3

Mengapa saya hanya menuliskan D100 saja untuk B (First data block) ?? Karena instruksi tersebut sudah membuat otomatis range data sebanyak 16 yakni :

1. D100 sebagai Lower limit, D101 sebagai Upper Limit.
2. D102 sebagai Lower limit, D103 sebagai Upper Limit.
3. D104 sebagai Lower limit, D105 sebagai Upper Limit.
4. D106 sebagai Lower limit, D107 sebagai Upper Limit.
5. Dan seterusnya sampai 16 buah.


Nilai D100 sampai D107 saya atur terlebih dahulu pada menu Memory.

4


Jika sudah, sekarang saatnya membuat Ladder tambahan untuk memanfaatkan R atau yang pada Ladder saya menggunakan H2.

5



Mengapa penulisan pada instruksi BCMP hanya H2 saja? Sedangkan Bit yang digunakan adalah H2.00 H2.01 dan seterusnya? Agar paham. lihat tabel berikut ini.

6

Memang hanya H2 saja yang ditulis pada Instruksi BCMP, tetapi, itu artinya bahwa H2.00 sampai dengan H2.15 yang digunakan.

Full Ladder

7

Cobalah untuk merubah nilai D10 untuk melihat hasil-hasilnya.

Mau download Program PLC Omron Block Compare? Klik DISINI!

Semoga bermanfaat.

Penhapusan Postingan CX Programmer Full Version

Februari 20, 2018
Gagalenyilih  - Halo sobatku semuanya. Mimpi apa saya semalam. Baru saja saya mendapatkan sebuah Email dari Google Adsense untuk menghapus artikel saya yang berisi link donlot cx programmer. Yah, memang saya sudah mengetahui sebelumnya bahwa pihak Adsense melarang para publishernya untuk membagikan info atau software bajakan atau cr*ck.

UPDATE!!! Link sudah diperbaiki 19 April 2018. Sekarang kamu bisa mendapatkannya DISINI!!!

Maka dari itu, dengan berat hati, saya akan menghapus artikel tersebut. TAPI tenang saja karena sobat masih bisa mendapatkan software tersebut dengan cara menghubungi saya via email. Nanti akan saya infokan link nya.

Berikut ini adalah isi email yang di kirim oleh pihak Adsense.


Untuk mendapatkan penghasilan, saya memasang iklan di blog saya ini. Yak, Google Adsense. Karena pada umumnya saya hanyalah karyawan dengan gaji tetap yang tidak besar, maka saya terjun ke dunia Blogging.

Oleh karena itu, agar saya tetap bisa meneruskan Blog ini, untuk kebaikan blog ini juga, saya akan menghapus artikel Donlot CX Programmer Full Version.

Demikian informasi yang bisa saya sampaikan.

Terima kasih sudah menjadi pengunjung setia blog Gagalenyilih.

Sekarang kamu bisa mendapatkannya DISINI!!

Pentingnya Fungsi Emergency Stop Dalam Sistem Kontrol

Februari 15, 2018
Gagalenyilih - Emergency Stop sudah tidak asing lagi di dalam sistem kontrol. Bisa kamu lihat di banyak panel kontrol yang ada di pabrik-pabrik misalnya, pasti selalu ada (push button) tombol Emergency Stop.

Emergency stop, jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia berarti Berhenti Darurat. Seperti artinya, fungsinya untuk menghentikan sistem secara cepat saat keadaan darurat.

Keadaan darurat misalnya saja mesin berjalan (conveyor atau Hanger), akan menabrak mesin lain karena ada sensor yang rusak, Operator yang melihat hal tersebut bisa langsung menekan tombol Emergency Stop. Maka mesin akan otomatis berhenti.

Pentingnya Fungsi Emergency Stop Dalam Sistem Kontrol

Biasanya Emergency stop dipasang secara seri untuk memutus arus kontrol utama. Sehingga jika tombol tersebut ditekan, maka otomatis akan menghentikan sistem.

Saya pribadi biasanya menggunakan tombol Emergency stop untuk menghentikan arus dan juga untuk memutus bit yang ada di dalam program PLC (jika mesin yang digunakan ada PLC-nya). Hal ini akan memberikan pengamanan Ganda juga akan me-reset program ke kondisi awal.

Pentingnya Fungsi Emergency Stop Dalam Sistem Kontrol
Program PLC Mitsubishi

Jika kamu lihat pada gambar diatas, letak input Emergency Stop berada di samping PB Stop. Jadi, fungsinya sama antara keduanya. Beda lagi jika kamu ingin menambahkan lampu indikator jika tombol Emergency stop ditekan, kamu harus menambahkan ladder baru. Contohnya seperti berikut ini.

Pentingnya Fungsi Emergency Stop Dalam Sistem Kontrol
Program PLC Mitsubishi

Kesimpulannya, dalam sistem kontrol wajib mengunakan tombol Emergency Stop.

Cara Memasang Kontaktor Fuji SC 03 (Wiring)

Januari 12, 2018
Gagalenyilih - Seperti yang sudah pernah saya jelaskan sebelumnya, layaknya relay, kontaktor bisa disebut sebagai saklar magnetik. Sebelumnya ini saya juga sudah pernah membahas tentang tutorial cara memasang kontaktor, tapi yang ber merk Schneider. Karena seperti yang kita tahu bahwa tiap-tiao merk berbeda bentuknya walaupun fungsinya sama.

Oleh karena itulah saya yakin masih ada beberapa orang yang belum tahu cara memasang kontaktor Fuji.

Cara Memasang Kontaktor Fuji SC 03 (Wiring)

Cara Memasang Kontaktor Fuji SC 03 (Wiring)

Dari gambar diatas bisa kita lihat terdapat terminal :
  • A1
  • A2
  • 1 L1
  • 2 T1
  • 3 L2
  • 4 T2
  • 5 L3
  • 6 T3
  • 13 NO
  • 14

Sama halnya dengan merk kontaktor lainnya, Fungsi terminal A1 dan A2 adalah untuk trigger menyalakan kontaktor. Dalam kasus ini saya menggunakan kontaktor Fuji SC 03 yang membutuhkan source tegangan 220VAC. Maka dari itu, terminal A1 mendapatkan fasa alias L, dan terminal A2 mendapatkan netral.

Untuk terminal 1 L1, 3 L2, dan 5 L3, mendapatkan sumber tegangan 3 phase yakni U V dan W. Dalam kasus ini saya menggunakan kontaktor untuk menjalankan Motor listrik 3 phase.

Lalu, untuk terminal 2 T2, 4 T2, dan 6 T3, dihubungkan ke terminal U1, V1 dan W1 yang terdapat pada terminal motor listrik.

Cara Memasang Kontaktor Fuji SC 03 (Wiring)

Sedangkan untuk terminal 13 dan 14, terminal tersebut adalah kontak NO yang akan bekerja saat kontaktor nyala. Dalam hal ini sebagai opsional (pilihan) saja. Biasanya digunakan untuk interlock.

Baca juga : Contoh penggunaan Kontaktor dalam sistem kontrol.


Cara Memasang Kontaktor Fuji SC 03 (Wiring)

Cukup segitu saja penjelasan dari saya tentang cara memasang kontaktor fuji di sistem kontrol. Jika artikel tersebut bermanfaat, silahkan share dan subscribe untuk mendapatkan pemberitahuan update terbaru dari kami.

Terima kasih dan semoga bermanfaat.

Program PLC Mitsubishi FX Series Satu Tombol Dua Fungsi

Januari 01, 2018
Gagalenyilih - Baru saja saya mendapatkan pertannyaan dari salah satu pengunjung disini tentang program PLC Mitsubishi satu tombol dua fungsi. Cara kerja program tersebut sangat sederhana tetapi sering sekali digunakan oleh para programmer PLC. Alasannya adalah program tersebut bisa menghemat I/O. Dan juga budget. Masalahnya disini, untuk program pertama yang saya bagikan, menggunakan instruksi Falling Pulse yang ternyata tidak bisa digunakan di beberapa tipe PLC Mitsubishi contohnya FX Series. Maka dari itu, saya sudah membuatnya untuk PLC FX Series satu tombol dua fungsi.

Program PLC Mitsubishi FX Series Satu Tombol Dua Fungsi


Baca juga :

Oke langsung saja kita simak gambar program PLC berikut ini.

Program PLC Mitsubishi FX Series Satu Tombol Dua Fungsi
Klik untuk memperbesar

Cara kerja Ladder diatas sama saja dengan Program PLC Mitsubishi satu tombol dua fungsi yang saya buat sebelumnya. Bedanya disini saya tidak menggunakan instruksi falling pulse karena beberapa tipe PLC Mitsubishi tidak mendukung kita menggunakannya.

Coba bedakan Ladder diatas dengan Ladder berikut ini !

Program PLC Mitsubishi FX Series Satu Tombol Dua Fungsi

Tampak sekali perbedaannya ada pada instruksi Falling Pulse. Tidak hanya itu, apakah kamu menyadarinya?

Alasan saya menggunakan instruksi Falling Pulse adalah karena bisa menghemat rung dan internal memory pada PLC. Cobalah hitung berapa rung yang saya butuhkan untuk membuat proram PLC satu tombol dua fungsi dari kedua gambar tersebut!

Program PLC yang terlihat pada gambar pertama membutuhkan 4 Rung dan membutuhkan 3 M-memory.

Sedangkan program PLC yang terlihat pada gambar kedua membutuhkan 2 M-memory. Jelas sudah mengapa saya menggunakan Falling Pulse.

Cukup disini saja penjelasan dari saya. Jika masih ada yang kurang jelas silahkan tuliskan komentar kamu disini.

Terima kasih sudah berkunjung dan semoga bermanfaat.