Cara Memasang Kontaktor Fuji SC 03 (Wiring)

Januari 12, 2018
Gagalenyilih - Seperti yang sudah pernah saya jelaskan sebelumnya, layaknya relay, kontaktor bisa disebut sebagai saklar magnetik. Sebelumnya ini saya juga sudah pernah membahas tentang tutorial cara memasang kontaktor, tapi yang ber merk Schneider. Karena seperti yang kita tahu bahwa tiap-tiao merk berbeda bentuknya walaupun fungsinya sama.

Oleh karena itulah saya yakin masih ada beberapa orang yang belum tahu cara memasang kontaktor Fuji.

Cara Memasang Kontaktor Fuji SC 03 (Wiring)

Cara Memasang Kontaktor Fuji SC 03 (Wiring)

Dari gambar diatas bisa kita lihat terdapat terminal :
  • A1
  • A2
  • 1 L1
  • 2 T1
  • 3 L2
  • 4 T2
  • 5 L3
  • 6 T3
  • 13 NO
  • 14

Sama halnya dengan merk kontaktor lainnya, Fungsi terminal A1 dan A2 adalah untuk trigger menyalakan kontaktor. Dalam kasus ini saya menggunakan kontaktor Fuji SC 03 yang membutuhkan source tegangan 220VAC. Maka dari itu, terminal A1 mendapatkan fasa alias L, dan terminal A2 mendapatkan netral.

Untuk terminal 1 L1, 3 L2, dan 5 L3, mendapatkan sumber tegangan 3 phase yakni U V dan W. Dalam kasus ini saya menggunakan kontaktor untuk menjalankan Motor listrik 3 phase.

Lalu, untuk terminal 2 T2, 4 T2, dan 6 T3, dihubungkan ke terminal U1, V1 dan W1 yang terdapat pada terminal motor listrik.

Cara Memasang Kontaktor Fuji SC 03 (Wiring)

Sedangkan untuk terminal 13 dan 14, terminal tersebut adalah kontak NO yang akan bekerja saat kontaktor nyala. Dalam hal ini sebagai opsional (pilihan) saja. Biasanya digunakan untuk interlock.

Baca juga : Contoh penggunaan Kontaktor dalam sistem kontrol.


Cara Memasang Kontaktor Fuji SC 03 (Wiring)

Cukup segitu saja penjelasan dari saya tentang cara memasang kontaktor fuji di sistem kontrol. Jika artikel tersebut bermanfaat, silahkan share dan subscribe untuk mendapatkan pemberitahuan update terbaru dari kami.

Terima kasih dan semoga bermanfaat.

Program PLC Mitsubishi FX Series Satu Tombol Dua Fungsi

Januari 01, 2018
Gagalenyilih - Baru saja saya mendapatkan pertannyaan dari salah satu pengunjung disini tentang program PLC Mitsubishi satu tombol dua fungsi. Cara kerja program tersebut sangat sederhana tetapi sering sekali digunakan oleh para programmer PLC. Alasannya adalah program tersebut bisa menghemat I/O. Dan juga budget. Masalahnya disini, untuk program pertama yang saya bagikan, menggunakan instruksi Falling Pulse yang ternyata tidak bisa digunakan di beberapa tipe PLC Mitsubishi contohnya FX Series. Maka dari itu, saya sudah membuatnya untuk PLC FX Series satu tombol dua fungsi.

Program PLC Mitsubishi FX Series Satu Tombol Dua Fungsi


Baca juga :

Oke langsung saja kita simak gambar program PLC berikut ini.

Program PLC Mitsubishi FX Series Satu Tombol Dua Fungsi
Klik untuk memperbesar

Cara kerja Ladder diatas sama saja dengan Program PLC Mitsubishi satu tombol dua fungsi yang saya buat sebelumnya. Bedanya disini saya tidak menggunakan instruksi falling pulse karena beberapa tipe PLC Mitsubishi tidak mendukung kita menggunakannya.

Coba bedakan Ladder diatas dengan Ladder berikut ini !

Program PLC Mitsubishi FX Series Satu Tombol Dua Fungsi

Tampak sekali perbedaannya ada pada instruksi Falling Pulse. Tidak hanya itu, apakah kamu menyadarinya?

Alasan saya menggunakan instruksi Falling Pulse adalah karena bisa menghemat rung dan internal memory pada PLC. Cobalah hitung berapa rung yang saya butuhkan untuk membuat proram PLC satu tombol dua fungsi dari kedua gambar tersebut!

Program PLC yang terlihat pada gambar pertama membutuhkan 4 Rung dan membutuhkan 3 M-memory.

Sedangkan program PLC yang terlihat pada gambar kedua membutuhkan 2 M-memory. Jelas sudah mengapa saya menggunakan Falling Pulse.

Cukup disini saja penjelasan dari saya. Jika masih ada yang kurang jelas silahkan tuliskan komentar kamu disini.

Terima kasih sudah berkunjung dan semoga bermanfaat.

Tutorial Arduino - Belajar Pernyataan Switch

Desember 27, 2017
Gagalenyilih - Setelah sebelumnya kamu mempelajari tentang jenis-jenis Operator yang ada pada Arduino, kali ini saya akan menjelaskan tentang Pernyataan Switch pada pemogramana Sketch Arduino.

Baca juga : Tutorial Arduino untuk pemula

Tutorial Arduino - Belajar Pernyataan Switch

Belajar Pernyataan Switch

Pernyataan switch berguna untuk menggantikan if bersarang (if yang berada di dalam if) yang melibatkan operator ==. Sebagai contoh, terdapat pernyataan if seperti berikut ini :
if (bilangan == 0)
 digitalWrite (LED_MERAH, HIGH) ;
else
 if (bilangan == 1)
  digitalWrite (LED_HIJAU, HIGH) ;
 else
  digitalWrite (LED_MERAH, HIGH) ;

Pernyataan diatas dapat digantikan dengan switch seperti berikut :
switch (bilangan) {
 case 0:
  digitalWrite (LED_MERAH, HIGH);
  break;
 case 1:
  digitalWrite (LED_HIJAU, HIGH);
  break;
 default:
  digitalWrite (LED_KUNING, HIGH);


Pernyataan diatas berarti bahwa jika bilangan bernilai 0 maka dua pernyataan dibawahnya akan dijalankan. Dalam hal ini, break digunakan unutk mengakhiri switch.

Jika bilangan bernilai 1 maka dua pernyataan dibawahnya akan dijalankan. Dalam hal ini break digunakan untuk mengakhiri switch.

Jika bilangan tidak berupa 0 atau 1, maka dua pernyataan dibawahnya akan dijalankan.

Bagian default dijalankan jika bilangan tidak cocok dengan seluruh case. Bagian ini bisa tidak ada.


Semoga bermanfaat.

Selanjutnya : Proyek LED Dikendalikan Tombol

Tutorial Arduino - Operator Relasional dan Boolean

Desember 25, 2017
Gagalenyilih - Tahap selanjutnya dalam pembelajaran Arduino adalah dengan memahami Operator Relasional dan operator Boolean.

Baca juga : Tutorial Arduino Untuk Pemula

Tutorial Arduino - Operator Relasional dan Boolean


Tutorial Arduino - Operator Relasional dan Boolean

Operator Relasional

Operator pembanding atau operator relasional adalah operator yang digunakan dalam suatu ekspresi yang selalu menghasilkan nilai berupa benar atau salah. Enam operator relasional yang tersedia dicantumkan di tabel berikut ini :
Operator Keterangan Contoh
== Operator "Sama dengan" 1 == 1 (benar)
1 == 10 (salah)
!= Operator "Tidak sama dengan" 1 != 1 (salah)
1 != 10 (benar)
> Operator "Lebih dari" 3 > 2 (benar)
2 > 3 (salah)
>= Operator "Lebih dari atau sama dengan" 3 >= 3 (benar)
2 >= 2 (benar)
2 >= 3 (salah)
< Operator "Kurang dari" 2 < 3 (benara)
4 < 3 (salah)



Operator Boolean

Operator Boolean adalah operator yang melibatkan operand bertipe boolean (nilai benar atau salah, yang diwakili oleh true atau false) yang tersedia berupa && (dibaca: dan), || (dibaca: atau), dan ! (dibaca: bukan).

Operator && dan || melibatkan dua operand, sedangkan ! hanya melibatkan satu operand.

Ekspresi yang menggunakan && hanya menghasilkan benar kalau kedua operand-nya bernilai benar. Sebaliknya, ekspresi yang menggunakan || menghasilkan salah hanya kalau kedua operand-nya bernilai salah.

Lihatlah tabel berikut ini untuk mengetahui kebenaran kedua operator terebut!

A B A && B A || B
Salah Salah Salah Salah
Salah Benar Salah Benar
Benar Salah Salah Benar
Benar Benar Benar Benar


Operator ! berguna untuk menyatakan "bukan". Kondisinya seperti ini :

a != 5

bisa ditulis menjadi :

! a == 5



Operator ?: sebagai pengganti if

Operator ?: biasa disebut sebagai operator kondisi. Operator ini dapat digunakan untuk menghasilkan dua kemungkinan berdasarkan suatu kondisi sehingga dalam keadaan tertentu dapat digunakan untuk menggantikan if. Bentuk penggunaan ditunjukkan pada gambar berikut ini :

Tutorial Arduino - Operator Relasional dan Boolean

Semoga bermanfaat.

Selanjutnya : Pernyataan Switch

Tutorial Arduino - Belajar Memahami Pernyataan if

Desember 24, 2017
Gagalenyilih - Tutorial Arduino - Pernyataan if sangat diperlukan untuk menangani masalah yang memerlukan pengambilan keputusan. Sebagai contoh, terdapat dua pilihan yang akan menentukan lampu LED merah yang dinyalakan atau lampu LED hijau yang dinyalakan berdasarkan suatu kondisi. Hal seperti itu diselesaikan dengan menggunakan if.

Baca juga : Tutorial Arduino untuk Pemula


Tutorial Arduino - Belajar Memahami Pernyataan if

Tutorial Arduino - Belajar Memahami Pernyataan if

Bentuk pernyataan if yang paling sederhana seperti berikut :

if (kondisi)
 pernyataan


Pada bentuk seperti itu, bagian pernyataan hanya akan dijalankan jika kondisi bernilai (true).

Bentuk if yang lain seperti berikut :

if (kondisi)
 pernyataan_A

else
 pernyataan_B


Pada bentuk seperti itu, pernyataan_A dijalankan jika kondisi bernilai benar (true). Adapaun pernyataan_B (yang terletak pada bagian else) hanya akan dijalankan jika kondisi bernilai salah (false).

Pernyataan yang dijalankan di bagian if ataupun di else bisa lebih dari satu. Pada keadaan seperti itu, pernyataan yang lebih dari satu perlu ditulis di dalam tanda { dan }. Jadi, bentuk if dan else yang digunakan untuk menjalankan beberapa pernyataan seperti berikut :

if (kondisi) {
 pernyataan_A1
 ...
 pernyataan_AN
}

else {
 pernyataan_B1
 ...
 pernyataan_BN
}


Perhatikan keberadaan pasangan { dan } yang mengapit beberapa pernyataan. Pada contoh diatas, pernyataan_A1 hingga pernyataan_AN dijalankan jika kondisi bernilai benar. Adapun pernyataan_B1 hingga pernyataan_BN dijalankan jika kondisi bernilai salah.

Pasangan tanda { dan } boleh tidak disertakan jika yang ada di dalam hanya sebuah pernyataan. Sejumlah pernyataan yang berada di dalam { } dianggap sebagai sebuah pernyataan.

Tanda { } disertai dengan pernyataan-pernyataan yang ada didalamnya dinamakan pernyataan majemuk atau terkadang disebut sebagai blok.

Perlu diperhatikan, sesudah tanda } tidak ada titik koma. 
Semoga bermanfaat.

Tutorial Arduino - Belajar Prioritas Operator

Desember 23, 2017
Gagalenyilih - Setelah sebelumnya kamu mempelajari tentang fungsi-fungsi matematika, kali ini saya akan menjelaskan tentang Prioritas Operator dalam pemograman Arduino. Setiap operator mempunyai prioritas yang berbeda. Tabel berikut ini menunjukkan urutan (prioritas) sejumlah operator. Baca juga : Belajar Arduino dari awal untuk Pemula

Tutorial Arduino - Belajar Prioritas Operator

Tutorial Arduino - Belajar Prioritas Operator
Operator Keterangan Prioritas
- (unary) Menghasilkan nilai negatif operand 1
++ (unary) Menaikkan nilai operand sebesar satu. 2
-- (unary) Menurunkan nilai operand sebesar satu. 2
* (binary) Perkalian 3
/ (binary) Pembagian 3
% (binary) Sisa pebagian (modulus) 3
+ (binary) Penjumlahan 4
- (binary) Pengurangan 4
=, *=, %=, +=, -= Penugasan 5

Unary berartu bahwa operator hanya melibatkan satu operand, sedangkan binary berarti bahwa operator melibatkan dua operator.

Pada prioritas, senakin kecil angkanya dikatakan semakin tinggi prioritasnya.

Berdasarkan tabel tadi, prioritas operator * lebih tinggi daripada operator +. Itulisa sebabnya , 2 + 3 * 5 menghasilkan 17, bukan 25. Perhatikan urutan  pengerjaan berikut ini :

2 + 3 * 5 = 2 + (3 * 5)
               = 2 + 15
               = 17


Agar 2 + 3 dikerjakan terlebih dahulu, diperlukan tanda kurung . Contoh :

( 2 + 3) * 5

Dengan cara seperti itu, 2 +3 akan diproses terlebih dahulu. Hasilnya dikalikan 5. Dengan demikian, diperoleh hasil sama dengan 25. Perhatikan penjelasan berikut ini :

 (2 + 3) * 5 = 5 * 5
                   = 25


Next : Memahami Persyaratan if

Belajar Arduino - Memahami Fungsi Matematika

Desember 22, 2017
Gagalenyilih - Untuk belajar pemograman Arduino, dengan menggunakan Software Arduino IDE, kamu juga harus memahami fungsi-fungsi matematika.

Untuk keperluan perhitungan matematika didalam pemograman Arduino, tersedia sejumlah fungsi seperti berikut ini.

Belajar Arduino - Memahami Fungsi Matematika


Baca juga : Belajar Arduino dari Awal untuk Pemula

Memahami Fungsi Matematika


1. abs (x)

Fungsi abs() memberikan nilai absolut x atau |x|.
Misalnya abs(-50 = 5.
Hasil bertipe sesuai dengan tipe argumen.

2. acos (x)

Fungsi acos() memberikan nilai balik berupa arc cosine x, yang dinyatakan dalam radian. Argumen x bernilai antara -1 dan 1.
Hasil bertipe float.

3. asin (x)

Fungsi asin() memberikan nilai balik berupa arc sine x, yang dinyatakan dalam radian. Argumen x bernilai antara -1 dan 1.
Hasil berrtipe float.

4. atan (x)

Fungsi atan() meberikan nilai balik berupa arc tangent x, yang dinyatakan dalam radian. Nilai balik berada antara -π/2 dan π/2.
Hasil bertipe float.

5. atan2 (y, x)

Memberikan nilai balik berupa arc tangent y/x. yyang dinyatakan dalam radian. Nilai balik berada antara  dan π.
Hasil bertipe float.

6. ceil (x)

Memberikan nilai balik berupa bilangan bulat terkecil yang tidak kurang dari x.
Hasil bertipe float.

7. cos (x)

Memberikan nilai balik berupa cosinei x. Argumen x dinyatakan dalam radian.
Hasil bertipe float.

8. cosh (x)

Memberikan nilai balik cosinus hiperbolik x.
Hasil bertipe float.

9. exp (x)

Memberikan nilai balik berupa ex. Hasil bertipe float.

10. floor (x)

Memberikan nilai balik berupa bilangan bulat terbesar yang tidak lebih besar dari x.
Hasilnya bertipe float.

11. fmod (x,y)

Memberikan nilai balik berupa sisa pembagian antara pembilang x dan penyebut y.
Hasil bertipe float.

12. log (x)

Memberikan nilai balik berupa loge x. Hasil bertipe float.

13. log10 (x)

Memberikan nilai balik berupa log10 x. Hasil bertipe float.

14. pow (x, y)

Memberikan nilai balik berupa xy. Hasil bertipe float.

15. sin (x)

Memberikan nilai balik berupa sinus x. Argumen x dinyatakan dalam radian.
Hasil bertipe float.

16. sinh (x)

Memberikan nilai balik sinus hiperbolik x. Hasil bertipe float.

17. sqrt (x)

Memberikan nilai balik berupa akar kuadrat x. Hasil bertipe float.

18. tan (x)

Memberikan nilai balik berupa tangent x. Argumen x dinyatakan dalam radian.
Hasil bertipe float.

19. tanh(x)

Memberikan nilai balik tangent hiperbolik x. Hasil bertipe float.


Terima kasih sudah berkunjung untuk mempelajari fungsi-fungsi matematika yang digunakan dalam pemgoraman Arduino. Semoga bermanfaat.