Cara Mengukur Trafo Dengan Menggunakan Multimeter

Mei 11, 2017
Ada banyak sekali teknik atau cara untuk mengukur Trafo. Dari sekian banyaknya cara, pada intinya sama saja yaitu mengukur trafo agar bisa diketahui bahwa trafo tersebut masih bisa digunakan ataupun tidak. Ada beberapa parameter yang harus diukur untuk mengetahui baik atau tidaknya sebuah trafo, diantaranya adalah koneksi hubungan pada kumparan primer dan sekunder, kebocoran antara kumparan dengan inti, dan masih banyak lagi.

Seperti yang saya ketahui bahwa Trafo memiliki tiga (3) bagian utama yakni :

  • Kumparan Primer.
  • Kumparan Sekunder.
  • Bagian inti.

Untuk Trafo Catu Daya, antara kumparan primer dan kumparan sekunder tidak saling terhubung. Namun, ada satu (1) jenis trafo yang disebut dengan Trafo Autotransformator, yang mana antara kumparan primer dan kumparan sekunder masih menyatu satu sama lain.

Peran dari sebuah Trafo pada rangkaian elektronik sangatlah penting. Tidak hanya digunakan sebagai catu daya, akan tetapi trafo juga digunakan sebagai impedensi pada alat-alat audio. Misalnya saja trafo output dan trafo input. Kedua trafo tersebut mempunyai prinsip kerja yang sama dengan trafo catu daya yang terdapat pada rangkaian elektronik.

Ada banyak sekali cara untuk mengukur Trafo dan cara tersebut tergolong mudah. Diantaranya adalah menggunakan multimeter atau menggunakan lampu pijar. Akan tetapi, cara yang menurut saya paling dan sangat mudah adalah dengan menggunakan multimeter. Maka dari itu saya akan menjelaskan bagaimana caranya mengukur trafo menggunakan multimeter.

Cara Mengukur Trafo Catu Daya Menggunakan Multimeter

Trafo Catu Daya adalah trafo yang difungsikan atau digunakan sebagai power supply, yang mana outputnya menghasilkan tegangan searah atau yang kita sebut dengan tegangan DC. Tentu saja dengan melalui penyearah menggunakan beberapa kombinasi rangkaian elektronika.
Ada dua (2) jenis kumparan di Trafo catu daya yang masing-masing proses berhubungan yakni kumparan primer menghantarkan medan magent ke kumparan sekunder melalui sebuah inti besi lunak. Tapi perlu diingat bahwa antara kumparan primer, kumparan sekunder dan juga inti besi tidak boleh hubung singkat.
Trafo
Trafo

Jika kita ambil kesimpulan dari pennjelasan diatas, akan kita dapatkan cara untuk mengukur trafo dengan menggunakan multimeter :

  1. Saya anggap kalian sudah memiliki Multimeter digital yang mana multimeter tersebut tidak harus kita kalibarsi terlebih dahulu. Jika kalian hanya mempunyai multimeter analog, tidak usah berkecil hati karena kalian masih bisa menggunakannya. Tapi kalian harus kalibrasi terlebih dahulu multimeter tersebut. Saya anggap kalian bisa mengkalibrasinya (anak STM pasti bisa)
  2. Arahkan selektor Multimeter pada posisi Ohm (Ω).
  3. Hubungkan probe multimeter yang berwarna hitam (-) pada bagian Tap 0 (nol) Trafo pada bagian kumparan primer. Dan probe multimeter yang berwarna merah (+) pada bagian Tap 110V atau 220V tergantung jenis trafo.
  4. Lihat dan cermati display atau jarum multimeter. Saat kita mengukur antara Tap 0 (nol) dengan Tap 110V atau 220V, seharusnya multimeter menunjukkan hambatan tertentu. Besarnya hambatan tersebut berbeda-beda tergantung besarnya kawat yang digunakan pada kumparan primer. Jika display multimeter tidak berubah sama sekali, atau jarum multimeter tidak bergerak sama sekali, berarti trafo tersebut sudah tidak bisa lagi dugunakan. Dan juga, jika display multimeter menunjukkan angka 0 (nol) atau jarum multimeter bergerak penuh kekanan, berarti trafo tersebut rusak atau tidak bisa digunakan.
  5. Lakukan hal yang sama pada bagian tap 0 (nol) Trafo pada bagian kumparan sekunder.
  6. Setelah selesai mengecek kumparan primer dan sekunder, hal yang harus dilakukan lagi adalah menguji kebocoran pada Inti Trafo. Hubungkan salah satu probe multimeter pada bagian kumparan primer atau sekunder, lalu probe multimeter yang lain pada body (badan) trafo. Jika Trafo dalam kondisi baik, seharusnya jarum atau display multimeter tidak bergerak atau tidak berubah sama sekali. Jika hal tersebut terjadi, sudah dipastikan bahwa trafo tersebut tidak bisa digunakan. Karena jika digunakan, maka akan merusak rangkaian elektronika yang lain. Dan juga bisa menimbulkan kejut listrik jika tersentuh oleh kita.
Dari cara diatas, dapat disimpulkan bahwa antara kumparan primer, kumparan sekunder dan inti besi tidak boleh saling terhubung. Sedangkan antara Tap primer dan Tap sekunder harus terhubung satu sama lain.

Cara Mengukur Trafo Catu Daya Menggunakan Lampu Pijar

Cara lain untuk mengukur Trafo adalah dengan menggunakan lampu pijar. Cara ini biasanya digunakan oleh kalian yang masih ragu setelah mengukur trafo menggunakan multimeter (mungkin kalian pernah dibohongi oleh multimeter hehehehe).

Berikut ini adalah cara mengukur trafo catu daya dengan menggunakan sebuah lampu pijar :
  1.  Siapkan satu buah lampu pijar. Cukup yang dayanya 10 sampai 25 watt saja.
  2. Rangkailah lampu pijar dan kumparan primer trafo secara seri dengan tegangan 220V. Lihatlah gambar skema dbawah ini.
    Skema rangkaian Trafo
    Skema rangkaian Trafo dan lampu pijar
  3. Jika Trafo masih dalam kondisi yang baik atau layak guna, ketika sekunder trafo belum terhubung dengan beban, maka lampu akan tetap mati atau menyala redup. Tapi, jika trafo rusak, maka lampu pijar akan menyala terang seperti halnya lampu yang tidak diseri dengan Trafo.
Mengukur Trafo menggunakan lampu pijar juga bisa memberikan kita informasi lain selain baik atau tidaknya trafo yakni efisiensi. Jika lampu tidak menyala saat diseri dengan trafo tanpa terhubung beban, makan efisiensi trafo tersebut sangatlah tinggi dan baik. Dan jika lampu menyala redup saat diseri dengan trafo tanpa terhubung beban, maka trafo tersebut memiliki efisiensi yang rendah.
Dari pernyataan tersebut dapat kita simpulkan bahwa semakin tinggi nilai efisiensi dari trafo, maka semakin baik pula kualitas trafo tersebut.


Cara Mengukur Trafo Jenis Autotransformator

Perbedaan dari jenis trafi autotransformator adalah pada bagian kumparan sekunder dan kumparan primer yang terhubung. Sehingga hal tersebut membuat kita lebih mudah dalam pengujiannya. Caranya sederhana, cukup hubungkan satu rpobe multimeter pada satu Tap trafo, kemudaian hubungkan probe yang lain dengan tap trafo yang lainnya. Saat diukur, jarum atau display multimeter harus menunjuk ke nilai hambatan tertentu.
Jika nilai hambatan sangat rendah atau mendekati nol (0) atau parahnya tidak menunjukkan angka sama sekali, itu berarti trafo tersebut dalam kondisi tidak layak pakai atau rusak.

Trafo Autotransformator
Trafo Autotransformator

Setalah mengukur hambatan kumparan, lakukan hal yang sama untuk mengukur pada inti besi trafo autotransformator seperti saat mengecek trafo catu daya.

Demikian penjelasan tentang Cara mengukur trafo dengan menggunakan Multimeter.

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
First
Penulisan markup di komentar
  • Untuk menulis huruf bold gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silakan parse kode pada kotak parser di bawah ini.

Disqus
Tambahkan komentar Anda

Tidak ada komentar

Berkomentarlah dengan baik dan sopan. Dilarang keras membuat link aktif!