Pengertian dan Penjelasan Lengkap Tentang Relay

Mei 18, 2017
Apa itu relay?

Relay adalah suatu perangkat yang bekerja dengan sistem elektromagnetik yang bekerja dengan menggerakan beberapa kontaktor atau suatu saklar elektronik yang dapat dikendalikan lewat rangkaian elektronik lain dan dengan memanfaatkan tenaga listrik sebagai energi sumbernya. Kontaktor yang tersusun beberapa akan tertutup (ON) atau terbuka (OFF) dikarenakan efek induksi dari magnet yang dihasilkan oleh kumparan (induktor) saat dialiri arus listrik.

Salah satu relay yang paling sederhana adalah relay elektromekanis. Yaitu relay yang memberikan gerakan mekanikal saat mendapat tenaga listrik. Relay elektromekanis dijabarkan atau dijelaskan dalam artian seperti dibawah ini :

  • Suatu alat yang menggunakan gaya elektromagnetik untuk membuka dan menutup kontak saklar.
  • Atau bisa juga disebut saklar yang digerakkan oleh tenaga listrik secara mekanis.

Secara garis besar, fungsi lain relay adalah sebagai pengaman. Artinya, relay mempunyai peranan penting yang ada pada rangkaian elektronika atau rangkaian listrik. Yakni untuk menggerakkan sebuah komponen listrik lain yang ternyata membutuhkan arus listrik yang besar tanpa harus menyentuh komponen tersebut.

Relay
Relay

Bagian - bagian Relay

Relay sendiri terdiri dari tiga (3) bagian, yaitu :
  • Common, yaitu bagian yang terhubung dengan NC (Normally Close, keadaan normal)
  • Coil atau kumparan, yaitu bagian utama relay yang berguna untuk menciptakan atau membuat medan magnet.
  • Contact atau Kontak, terdiri dari NC (Normally Close) dan NO (Normally Open)


Dasar - Dasar Relay

Joseph Henry adalah orang yang pertama kali menemukan Relay tepatnya pada tahun 1835. Sebagian besar relay yang digunakan biasanya dipicu oleh arus listrik searah (DC) dan dilengkapi sebuah dioda yang di pasang secara paralel dengan lilitan kawan tembaga lalu dipasang terbaik (Anoda di teganan minus, katoda di teganan plus). Tujuannya adalah untuk mengantisipasai sentakan yang terjadi saat relay akan berganti posisi (on ke off) agar komponen relay yang lain tidak rusak.

Sebelum menggunakan relay, kita harus perhatikan spesifikasi lengkap dari relay tersebut. Sebagai contoh, kita mempunyai relay dengan spesifikasi 24VDC/ 2A 220V.
Arti dari spesifikasi tersebut adalah, relay bekerja dengan tegangan kontrol 22VDC dan kontaknya bisa bekerja dengan arus maksimal 4 Ampere dan juga teganan 220 Volt.


Prinsip Kerja Relay

Lihatlah gambar dibawah ini agar lebih mudah dalam memahami prinsip kerja relay!
Bagian Relay
Bagian Relay

  1. Saat Coil mendapatkan sumber listrik, Elektromagnet akan menghasilkan magnet dan menarik Armeture sampai menempel. Saat Armeture menempel, maka Armeture juga akan pindah dari kontak NC (Normally Close) akan pindah ke kontak NO (Normally Open).


Cara Kerja Relay

Sebagai contohnya saya menggunakan Relay Omron tipe MY2N. Lihatlah Relay wiring diagram dibawah ini !
Wiring Relay MY2N
Wiring Relay MY2N
Keterangan :
  1. Terminal 13 dan 14 adalah trigger untuk menyalakan coil.
  2. Terminal 1 dan 4 adalah common kontak.
  3. Terminal 5 dan 8 adalah kontak NO (Normally Open).
  4. Terminal 9 dan 12 adalah kontak NC (Normally Close).
Cara kerja :
  1. Saat Coil masih padam, kondisi kontak relay masih dalam keadaan normal, yakni keadaan kontak masih sama seperti gambar diatas.
  2. Saat Coil mendapatkan sumber listrik lewat terminal 13 dan 14, maka keadaan kontak relay akan berubah seperti terlihat pada gambar dibawah ini : 
    Wiring Relay MY2N
    Wiring Relay MY2N


Jenis - Jenis Relay

Berdasarkan cara kerjanya, relay dibagi menjadi beberapa jenis yaitu :
  1. NO (Normally On), dimana kondisi awal relay berada pada posisi NO saat sebelum relay mendapatkan sumber listrik.
  2. NC (Normally Close), dimana kondisi awal relay berada pada posisi NC saat sebelum relay mendapatkan sumber listrik.
  3. CO (Change Over) dan DT (Double Throw).


Fungsi Relay

Fungsi relay adalah sebagai berikut :
  • Sebagai kontrol untuk komponen yang menggunakan tegangan tinggi, yang ada pada rangkaian kontrol yang memakai tegangan rendah. Contoh : Amplifier.
  • Sebagai kontrol untuk rangkaian listrik arus tinggi dengan menggunakan arus rendah. Contoh : Starter mobil.
  • Sebagai pendeteksi dan pengisolasian kesalahan yang terjadi pada jalur transmisi distribusi dengan membuka serta menutup rangkaian listrik.
  • Dan masih banyak lagi . :D hehe


Oke mungkin cukup sampai disini saja. Jika terasa ada yang kurang, mohon untuk memberi kritik dan sarannya pada kolom komentar yang telah disediakan.

Terima kasih dan semoga bermanfaat.

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Penulisan markup di komentar
  • Untuk menulis huruf bold gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silakan parse kode pada kotak parser di bawah ini.

Disqus
Tambahkan komentar Anda

Tidak ada komentar

Berkomentarlah dengan baik dan sopan. Dilarang keras membuat link aktif!