Belajar Rangkaian Pengunci Relay (Interlock - Self Holding)

Juni 05, 2017
Halo teman.

Kali ini saya akan menjelaskan kepada kalian semua bagaimana caranya membuat rangkaian pengunci relay, contoh rangkaian pengunci relay untuk interlock ataupun yang biasa disebut self holding. Mengapa disebut self holding? karena rangkaian pengunci relay ini menggunakan kontak yang ada pada relay.

Hal yang paling utama mengapa kita membutuhkan pengunci relay adalah karena jenis komponen pengontrolnya. Ada dua jenis pengontrol yang digunakan yakni saklar dan tombol (push button).

Perbedaan antara saklar dan tombol adalah cara kerjanya. Saklar, jika ditekan akan mengunci pada posisi yang kita inginkan, yakni off dan on. Jika off, maka akan tetap off sampai kita menekan saklar lagi. Jika On, mana akan tetap on sampai kita menekan saklar lagi. Contoh sederhananya adalah saklar lampu yang ada dirumah kalian. Jika rumah kalian belum menggunakan saklar dan lampu, belajarlah dengan lebih giat dan kemudian bekerja untuk menghasilkan uang. Jika sudah punya uang, belilah saklar dan lampu untuk dipasang dirumahmu. Maaf jika tersinggung, hanya untuk membuat kalian semangat belajar saja.

Hal ini berbeda dengan tombol (push button). Tombol yang biasa digunakan adalah tombol spring yang jika ditekan akan On, tapi jika dilepas, dia akan kembali ke posisi semula yakni Off. Saklar tersebut bertipe NO (Normally Open). Keadaan tersebut berkebalikan dengan Tombol bertipe NC (Normally Close).

Lihatlah gambar dibawah ini untuk mengetahui perbedaan saklar dengan tombol. Dibawah ini adalah simbol saklar dan tombol.
Simbol Saklar dan Tombol
Simbol Saklar dan Tombol



Cara kerja Saklar Dan Tombol

Untuk lebih jelasnya, saya akan memberikan gambar rangkaian sistem kontrol sederhana saklar dan tombol dibawah ini.
Rangkaian sistem kontrol saklar dan tombol
Rangkaian sistem kontrol saklar dan tombol

1. Saat saklar dan tombol ditekan, Relay_1 dan Relay 2 akan menyala. Lihatlah gambar dibawah ini!
Rangkaian sistem kontrol saklar dan tombol 2
Rangkaian sistem kontrol saklar dan tombol 2


2. Saat saklar dan tombol dilepas (tidak ditekan lagi), Relay_1 akan tetap menyala karena mekanisme cara kerja saklar adalah tetap pada posisinya sampai saklar tersebut ditekan kembali. Sedangkan Relay_2 mati karena cara kerja tombol adalah tidak tetap jika tombol tersebut tidak ditekan terus (kembali ke posisi semula). Lihatlah gambar dibawah ini!
Rangkaian sistem kontrol saklar dan tombol 3
Rangkaian sistem kontrol saklar dan tombol 3


Lalu bagaimana caranya supaya Relay_2 tetap menyala walaupun tombol sudah tidak ditekan lagi?

Nah, itulah yang akan saya jelaskan. Cara supaya Relay_2 tetap menyala walaupun tombol sudah tidak ditekan lagi adalah dengan memberikan rangkaian tambahan yakni rangkaian pengunci dengan memanfaatkan kontak NO milik Relay_2 yang dipasang paralel dengan Tombol. Untuk lebih jelasnya silahkan lihat gambar dibawah ini!
Rangkaian pengunci relay self holding
Rangkaian pengunci relay



1. Saat Tombol ditekan.

Self Holding Push Condition
Self Holding Push Condition


2. Saat Tombol dilepas.
Self Holding Free Condition
Self Holding Free Condition
Keterangan :
Relay_2 tetap menyala walaupun Tombol sudah tidak ditekan lagi karena kontak milik Relay_2 tetap bekerja yang disebabkan oleh Relay_2 yang menyala. Lalu, bagaimana caranya supaya Relay_2 mati?

Agar Relay_2 mati, kita harus menambahkan satu Tombol NC (Normally Close) untuk memutuskan arusnya. Cara pemasangannya yakni dipasang seri dengan Tombol NO (Normally Open). Untuk lebih jelasnya lihatlah gambar dibawah ini!
Rangkaian pengunci relay self holding
Tombol Off yang dipasang Seri

Mudah bukan?

Cukup sekian penjelasan dari saya tentang Cara membuat rangkaian pengunci relay (self holding) Jika ada yang ingin ditanyakan silahkan tuliskan komentar kalian dibawah ini. Terima kasih dan semoga bermanfaat.

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Penulisan markup di komentar
  • Untuk menulis huruf bold gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silakan parse kode pada kotak parser di bawah ini.

Disqus
Tambahkan komentar Anda

Tidak ada komentar

Berkomentarlah dengan baik dan sopan. Dilarang keras membuat link aktif!