Instruksi Perbandingan 16 Bit BIN di PLC Mitsubishi

Juni 15, 2017
Ada banyak sekali instruksi yang bisa digunakan untuk mengolah sebuah program PLC. Salah satu kategori yang sering digunakan adalah instruksi perbandingan. Instruksi tersebut terbagi lagi dalam beberapa jenis. Diantaranya adalah, sama dengan, tidak sama dengan, lebih kecil, lebih besar, dan masih banyak lagi. Jika diperhatikan, sudah seperti matematika saja bukan?

Mungkin diantar kalian masih ada yang belum paham betul tentang macam-macam insruksi perbandingan di PLC. Maka dari itu disini saya ingin menjelaskannya kepada kalian semua. Sebenarnya tidak hanya 16 bit, tapi masih ada lagi yang 32 bit. Mungkin nanti saya akan menjelaskan yang 32 bit. Tapi lain waktu ya? hehehehe, sekarang yang 16 bit dulu ok?



Instruksi Perbandingan 16 Bit BIN di PLC Mitsubishi
Klik untuk memperbesar!
Jika kalian paham tentang matematika, seharusnya kalian akan cepat untuk memahami instruksi diatas. Tapi tidak ada salahnya saya menjabarkannya disini bukan? biar tidak ada dusta diantara kita. wkwkwk.

Sama Dengan (=)

Jika nilai A sama dengan nilai B, maka instruksi tersebut akan aktif. Contoh programnya ada dibawah ini. Kebalikannya, jika nilai A tidak sama dengan B, maka intruksi tersebut tidak akan aktif dan ini mengakibatkan LAMPU (Y0) tidak menyala.
Instruksi Perbandingan 16 Bit BIN di PLC Mitsubishi
Nilai D0 dan D1 tidak sama
Instruksi Perbandingan 16 Bit BIN di PLC Mitsubishi
Nilai D0 dan D1 sama


Tidak Sama Dengan (< >)

Jika nilai A tidak sama dengan nilai B, maka instruksi tersebut akan aktif. Contoh programnya ada dibawah ini. Kebalikannya, jika nilai A sama dengan B, maka intruksi tersebut tidak akan aktif dan ini mengakibatkan LAMPU (Y0) tidak menyala. Instruksi ini adalah lawan dari instruksi sama dengan (=).

Instruksi Perbandingan 16 Bit BIN di PLC Mitsubishi
Nilai D0 dan D1 sama
Instruksi Perbandingan 16 Bit BIN di PLC Mitsubishi
Nilai D0 dan D1 tidak sama


Lebih Kecil atau Sama Dengan (<=)

Jika nilai A lebih kecil atau sama dengan nilai B, maka instruksi tersebut akan aktif. Contoh programnya ada dibawah ini. Tapi, jika nilai A lebih besar daripada B, maka intruksi tersebut tidak akan aktif dan ini mengakibatkan LAMPU (Y0) tidak menyala.

Nilai D0 lebih kecil daripada D1, Y0 aktif
Nilai D0 sama dengan D1, Y0 tetap aktif


Nilai D0 lebih besar daripada D1, Y0 tidak aktif

Lebih Kecil (<)

Jika nilai A lebih kecil daripada nilai B, maka instruksi tersebut akan aktif. Contoh programnya ada dibawah ini. Tapi, jika nilai A lebih besar atau sama dengan B, maka intruksi tersebut tidak akan aktif dan ini mengakibatkan LAMPU (Y0) tidak menyala.

Nilai D0 lebih kecil daripada D1


Lebih Besar atau Sama Dengan (>=)

Jika nilai A lebih besar atau sama dengan nilai B, maka instruksi tersebut akan aktif. Contoh programnya ada dibawah ini. Tapi, jika nilai A lebih kecil daripada B, maka intruksi tersebut tidak akan aktif dan ini mengakibatkan LAMPU (Y0) tidak menyala.


Lebih Besar (>)

Jika nilai A lebih besar daripada nilai B, maka instruksi tersebut akan aktif. Contoh programnya ada dibawah ini. Tapi, jika nilai A lebih kecil atau sama dengan B, maka intruksi tersebut tidak akan aktif dan ini mengakibatkan LAMPU (Y0) tidak menyala.



Ada yang kurang jelas? Silahkan tinggalkan komentar kalian.

Terima kasih dan semoga bermanfaat.

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Penulisan markup di komentar
  • Untuk menulis huruf bold gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silakan parse kode pada kotak parser di bawah ini.

Disqus
Tambahkan komentar Anda

Tidak ada komentar

Berkomentarlah dengan baik dan sopan. Dilarang keras membuat link aktif!