Pengertian Sejarah Dan Bagian PLC

Juni 02, 2017
Halo sobat,

Selamat untuk kamu karena sudah mengunjungi dan akan membaca artikel ini. Itu berarti kamu sudah terjun ke dunia programming PLC. Untuk belajar PLC, ada tahapan-tahapan yang harus kamu lalui dan juga pelajari. Maka dari itu disini saya akan menjelaskan terlebih dahulu dasar-dasar pemograman PLC dari awal hingga akhir, Ikutilah dan pelajari penjelasan saya berikut ini, Semoga bermanfaat.


Apa itu PLC

PLC (Programmable Logic Controller) adalah sebuah perangkat yang dibuat untuk menggantikan fungsi sekuensial rangkaian relay yang digunakan untuk kontrol mesin. Secara garis besar PLC sendiri terdiri dari dua bagian yakni input dan output yang masing-masing bekerja sesuai keadaan yang telah ditentukan. Prosesnya yaitu pengguna memasukkan sebuah program dengan menggunakan suatu aplikasi (perangkat lunak), kemudian menghasilkan sekuen (tahap-tahap) kerja yang diinginkan.
Jenis PLC
Jenis PLC

PLC sendiri telah banyak digunakan untuk berbagai keperluan di seluruh dunia. Coba saja kamu datang kesebuah pabrik besar, pasti kamu akan menemukan sebuah mesin yang menggunakan PLC untuk sistem kontrolnya. Jika pabrik tersebut tidak menggunakan PLC sebagai sistem kontrolnya, berarti pabrik tersebut sudah membuang-buang waktu dan uang dengan percuma karena PLC lebih praktis dan efisien dibandingkan menggunakan relay asli sebagai perangkat sistem kontrolnya.

Contoh kasusnya seperti ini, misalnya saja ketika sebuah saklar ditekan, kamu ingin menyalakan sebuah lampu setelah 10 detik saklar ditekan. Berarti kamu membutuhkan sebuah saklar, sebuah lampu dan sebuah timer eksternal (hardware). Lalu bagaimana jika ada 10 saklar dan 10 lampu? Berarti kamu membutuhkan tambahan 10 timer eksternal (hardware).

Lebih parahnya lagi, jika kamu ingin lampu menyala hidup selama 10 detik sebanyak 5 kali. Berapa banyak lagi tambahan counter eksternal (hardware) yang kamu perlukan?

Hal ini berbeda jika kita menggunakan sebuah PLC. Jika ada tambahan proses semisal membutuhkan timer atau counter, kamu cukup mengubahnya lewat sebuah program yang dibuat lalu dimasukkan kedalam PLC tanpa menambah timer atau counter eksternal (hardware). Sangat efisien bukan?


Sejarah PLC

PLC diperkanalkan pertama kali pada tahun 1960. Alasan utama diciptakannya PLC adalah untuk mengurangi biaya yang cukup banyak untuk mengganti sistem kontrol mesin yang menggunakan rangkaian relay yang rumit. Pada saat itu, Bedford Associates (Bedford, MA) pertama kali mengajukan sebuah Modular Digital Controller (MODICON) ke sebuah produsen mobil yang ada di Amerika Serikat. Tidak hanya itu, perusahaan lainnya juga mengajukan usulan sebuh skema sistem berbasis komputer yang salah salah satunya berdasarkan pada PDP-8. Sampai akhirnya, MODICON 084 menjadi pihak yang pertama kali memproduksi masal PLC.

Bila kebutuhan produksi berubah, sistem kontrolnya pun ikut berubah. Jika menggunkan relay, akan sangat mahal biaya yang dibutuhkan untuknya. Selain karena relay adalah unit mekanikal, relay juga memiliki masa pakai (expired) yang terbatas dan juga perawatan yang ekstra. Belum lagi dengan banyaknya kabel yang terhubung antar relay, saya berani bertaruh dengan kalian soal waktu yang dibutuhkan untuk merubah sistem kerja kontrol yang menggunakan PLC atau relay, mana yang lebih cepat? saya berani jawab, PLC.

Pada pertengahan tahun 1970, PLC yang banyak digunakan berbasis sequencer state-machines dan bit-slice. AMD 2901 dan AMD 1903 adalah yang cukup populer dari pabrikan MODICON dan AB. Namun keduanya masih memiliki kekurangan dalam penyelesaian masalah logika yang ada di PLC. 

Kemudian pada tahun 1973, sistem komunikasi terbaru muncul yakni Modulus Modbus. Ditahun tersebut juga, PLC sudah mampu terhubung dengan modul PLC yang lain. PLC juga sudah bisa mengirim dan menerima berbagai voltase (tegangan) untuk mengatur sistem analog. Tapi sayangnya, karena tidak adanya penentuan standar dan perubahan teknologi dari waktu ke waktu membuat komunikasi PLC menjadi mimpi buruk bagi protokol dan jaringan yang tidak kompatibel (mendukung).

Pada tahun 1980 an, dilakukanlah upaya untuk membuat standar komunikasi dengan Automation protocol General Motor (MAP). Pada tahun tersebut juga ukuruan PLC berkurang menjadi lebih kecil dan membuat software pemograman PLC dan artinya PLC dapat diprogram melaluo pemograman simbolis melalui komputer pribadi. Dan pada saat itu pula terciptalah PLC terkecil didunia dengan menggunakan 1 relay kontrol!

Pada tahun 1990-an, PLC mengalami perbuahan bertahap dan modernisasai lapisan fisik dari beberapa protokol yang lebih tahan banting dan lebih populer daripada tahun 1980-an. Di standar yang terbaru (IEC 1131-3), terjadi penggabungan standar internasional untuk bahasa pemograman PLC. Ditambah lagi  PLC sudah dapat diprogram kedalam bentuk Function block diagram, instruction list, C dan teks terstruktur yang dapat di program secara bersamaan. Artinya, MODICON 084 benar-benar berganti ke sistem kontrol yang berbasis PC (Personal Computer).


Bagian Bagian PLC

PLC terdiri dari beberapa bagian yakni CPU, Memory Area dan sirkuit yang disesuaikan untuk menerima data input dan output. PLC sendiri sebenarnya berisi ratusan atau bahkan ribuan relay, counter, dan tempat penyimpanan data. Tapi perlu diketahui bahwa semua itu tidak ada secara kasat mata (secara fisik), tapi semua itu disimulasikan melalui bit dalam register. Pada postingan lainnya nanti saya akan menjelaskannya lebih rinci.

Lalu apa fungsi dan cara kerja bagian bagian yang ada di PLC?
  1. Input Relay (contact) - bagian ini adalah yang terhubung ke komponen elektronika yang lain. Terlihat fisiknya dan menerima sebuah sinyal dari saklar, sensor, dan lain sebagainya. Biasanya bagian ini bukanlah relay, melainkan berbentuk transistor.
  2. Internal Utility Relay (contact) -  bagian ini tidak terlihat secara fisik karena bagian ini adalah relay yang disimulasi didalam program PLC untuk menghilangkan relay eksternal.
  3. Counters (penghitung angka) - bagian ini hampir sama seperti Internal Utility Relay karena tidak terlihat secara fisik dan disimulasikan di dalam program PLC. Bedanya, bagian ini adalah simulasi dari sebuah counter yang berfungsi untuk menghitung pulsa.
  4. Timers (penghitung waktu) - bagian ini tidak terlihat secara fisik. Terdpat banyak variasi jenis. Jenis yang paling umum adalah jenis on-delay. Jenis yang lainnya ada bebererapa yakni off-delay,retentive dan non-retentive.
  5. Output Relays (Coil) - bagian ini seperti Input relay, terhubung ke komponen elektronika yang lain. Terlihat fisiknya dan berfungsi untuk mengirimkan sinyal on atau off ke komponen lain misalnya seperti lampu, selenoid, dan lain sebagainya. Bisa berupa transistor, relay ataupun TRIAC tergantung pada model yang digunakan.
  6. Penyimpanan Data (Data Storage) - Biasanya terdapat register yang ditugaskan untuk menyimpan data. Biasanya juga digunakan untuk penyimpanan data sementara dengan tujuan untuk manipulasi data matematika.


Oke mungkin sampai disini saja penjelasan dari saya tentang Pengertian, sejarah dan bagian-bagian PLC. Jika ada yang ingin ditanyakan silahkan tuliskan komentar kalian.

Terima kasih dan semoga bermanfaat.

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Penulisan markup di komentar
  • Untuk menulis huruf bold gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silakan parse kode pada kotak parser di bawah ini.

Disqus
Tambahkan komentar Anda

1 komentar

Mantap bro...
Sangat bermanfaat

Balas

Berkomentarlah dengan baik dan sopan. Dilarang keras membuat link aktif!