Cara Membuat Sketch di Arduino IDE dan Mencobanya

November 28, 2017
Gagalenyilih Cara Membuat Sketch di Arduino IDE dan Mencobanya - Sebelumnya saya sudah membuat artikel tutorial yakni tentang cara menjalankan Arduino IDE. Dengan berbekal aplikasi tersebut, kita akan membuat sketch yang berfungsi untuk membuat LED berkedip-kedip.
Apa itu SKETCH?
Sketch adalah istilah yang digunakan di Arduino untuk menyatakan program. Sebagaimana diketahui, program adalah istilah umum yang menyatakan kumpulan instruksi atau kode untuk mengatur komputer. Di Arduino Uno, istilah program dinyatakan dengan sebutan sketch. Oleh karena itu, istilah sketch juga digunakan pada tutorial ini untuk menyatakan program. Tapi, isitlah kode tetap digunakan untuk menyatakan penggalan-penggalan program yang tidak lain berarti penggalan-penggalan sketch.

Persiapan yang perlu dilakukan adalah memasang satu LED dnegan rincian sebagai berikut ini.
  • Anode (kaki panjang pada LED) di colokan ke pin 12.
  • Katode (kaki pendek pada LED) ditancapkan ke pin GND.
Berikut ini adalah gambar LED yang dihubungkan ke Arduino Uno.



Membuat Sketch Arduino di Arduino IDE

Berikut ini adalah kode yang perlu dituliskan di editor milik Arduino IDE

// led - untuk membuat LED berkedip-kedip

const int PIN12 = 12;

void setup () {
 pinMode (PIN12, OUTPUT;
}

void loop () {
 digitalWrite (PIN12, HIGH);
 delay (1000); // Tunda 1 detik

 digitalWrite (PIN12, LOW);
 delay (1000);
}

Tampilan sketch di Arduino IDE bisa kamu lihat pada gambar dibawah ini :

Cara Membuat Sketch di Arduino IDE dan Mencobanya


Menyimpan Sketch

Sketch yang baru saja ditulis bisa disimpan ke dalam file dengan cara seperti berikut ini :
  • Klik menu File.
  • Klik pada Save As untuk menyimpan. Langkah ini menampilkan kotak dialog berjudul "Save sketch folder as...."
  • Pilih folder Arduino di bagian Save in.
  • Ketikkan led di kotak edit berlabel File Name sehingga tampilan di kotak dialog menjadi seperti berikut ini.
    Cara Membuat Sketch di Arduino IDE dan Mencobanya
  • Klik tombol Save.

Verifikasi Sketch

Sketch yang baru saja kamu buat adalaj kode yang dipahami oleh manusia, tetapi tidak oleh mesin seperti Arduino Uno. Tentu saja, kode tersebut perlu diubah ke kode yang dapat dieksekusi/ dijalankan oleh Arduino Uno. Nah, proses untuk melakukan translasi seperti itu biasa disebut sebagai kompilasi. Hasilnya berupa binary sketch. Untuk melakukannya, kamu perlu melakukan verifikasi ddengan mengklik tombol Verify.

Membetulkan Kesalahan

"Manusia tidak ada yang sempurna", begitulah terkadang orang berkilah. Namun, faktanya memang demikian. Salah menulis kode adalah hal yang biasa terjadi. Sebagai contoh, perintah digitalWrite dituliskan menjadi DigitalWriteb (huruf D dikapitalkan). Saat verifikasi, kesalahan seperti itu terdeteksi.

Untuk melihat apa yang terjadi sewaktu verifikasi dilakukan, cobalah untuk mengganti digitalWrite yang pertama menjadi DigitalWrite. Setelah itu klik tombol Verify lagi dan lihat apa yang terjadi.

Cara Membuat Sketch di Arduino IDE dan Mencobanya

Terlihat bahwa DigitalWrite yang salah disorot. Lalu, di bagian bawah terdapat pesan:
'DigitalWrite' was not declared in this scope
Pesan tersebut menyatakan bahwa DigitalWrite tidak dikenal. Lho, tetapi kenapa kok salah? Bukankah hanya berbeda jenis hurufnya saja yakni d dan D? Jawabannya sederhana. Hal itu terjadi karena kode di Arduino IDE bersifat case sensitive. Artinya, huruf kapital dan huruf kecil dibedakan.

Mengunggah Sketch

Setelah selesai dibuat dan diverifikasi, sketch bisa diunggah ke Arduino Uno dengan cara mengklik tombol Upload. Jika tidak ada kesalahan atau gangguan, binary sketch akan diterima oleh Arduino Uno dan Arduino Uno akan memberikan informasi berupa "Done Uploading".


Mengatasi Problem Komunikasi

Adakalanya pengunggahan binary sketch ke Arduino Uno gagal. Penyebabnya adalah karena komputer dan Arduino belum bisa berkomunikasi. Jika problem komunikasi terjadi, akan muncul pesan seperti berikut ini.
Binary sketch size : 1,076 bytes (of 32,256 byte maximum)
Untuk mengatasi hal tersebut, lakukanlah langkah-langkah berikut ini.
  • Pilih menu Tools.
  • Pilih Serial Port
  • Lalu coba ganti COM yang lainnya. Misalnya COM5 atau COM3.
Setelah port diganti, cobalah mengunggah binary sketch ke Arduino Uno lagi sampai pengunggahan benar-benar berhasil.


Memahami Sketch

Sketch yang kamu buat telah berhasil. Namun, rahasia dibalik kode-kode yang kamu tulis belum terungkap. Tentu kamu harus memahami kode-kode di balik berkedipnya LED supaya bisa melakukan pengembangan-pengembangan lebih lanjut.

Di Sketch terdapat baris:
// led - untuk membuat LED berkedip-kedip
Oleh Arduino IDE, semua tulisan yang dimulai dengan tanda // hingga akhir baris diperlakukan sebagai komentar. Komentar adalah keterangan yang ditujukan untuk pembuat sketch atau orang lain yang membaca sketch. Oleh Arduino IDE, kode seperti itu tidak diterjemahkan ke dalam binary sketch.


Komentar tidak harus mencakup satu baris. Sebagai contoh, perhatikan barus yang berisi:
delay (1000); // Tunda 1 detik
Pada contoh tersebut, komentar :
Tunda 1 detik
berada di akhir pernyataan delay(1000);. Dengan demikian, hanya pernyataan "delay" itu yang akan diperhitungkan oleh Arduino Uno dibaris tersebut.


Pernyataan di sketch selalu diakhiri dengan simbol titik koma. Pernyataan adalah instruksi lengkap yang daoat dibayangkan seperti kalimat yang digunakan oleh manusia.
Bukankah kalimat selalu diakhiri dengan titik?


Nah, bedanya, pernyataan dibahasa Arduino diakhiri dengan titik koma.
Pernyataan :
const int PIN12 = 12;
digunakan untuk membuat nama konstanta (nama yang menyatakan suatu nilai yang tetap) PIN12 yang identik dengan nilai 12. Dalam hal ini, const menyatakan bahwa PIN12 adalah konstanta dan int menyatakan tipe data untuk konstanta tersebut. Di bahwa Arduino, int berarti integer atau bilangan bulat. Konstanta ini akan dikenal di semua bagian yang terletak sesudah konstanta tersebut didefinisikan.


Kode berikut ini mengandung dua fungsi. Fungsi adalah kumpulan pernyataan yang diberi nama. Pada contoh sketch di depan, setup dan loop adalah nama-nama fungsi. Kedua fungsi tersebut selalu ada di sketch. Isinya saja yang membedakan antara satu sketch dengan sketch lain.

Cara Membuat Sketch di Arduino IDE dan Mencobanya

Suatu fungsi diawali dengan tipe data nilai yang dihasilkan oleh fungsi. Nilai yang dihasilkan oleh fungsi biasa disebut sebagai nilai balik. Pada kedua contoh fungsi, void berarti "tidak ada nilai balik".

Fungsi setup() adalah nama fungsi yang telah disediakan oleh Arduino Uno untuk menyatakan fungsi yang akan dijalankan pertama kali. Fungsi ini berisis kode-kode untuk kepentingan inisialisasi. Pada sketch di depan,
pinMode (PIN12, OUTPUT);
digunakan untuk membuat pin dengan nomor PIN12 (nilai 12) dijadikan sebagai keluaran (output). Artinya, pin tersebut akan menghasilkan tegangan yang dapat digunakan untuk mengontrol LED yang ditancapkan pada pin tersebut.  Perlu diketahui, OUTPUT adalah konstanta yang sudah tersedia.

Fungsi loop() adalah fungsi yang secara otomatis dijalankan oleh Arduino Uno setelah fungsi setup() dieksekusi. Seluruh kode yang ada di  fungsi dengan sendirinya akan diulang terus menerus. Satu-satunya
 yang bisa menghentikan eksekusi loop() adalah berhentinya pasokan catu daya ke Arduino Uno.

Baiklah, sekarang pernyataan-pernyataan yang berada di loop() akan dijelaskan. Pertama, pernyataan berikut ini digunakan untuk mengeluarkan tegangan tertinggi (yaitu 5V - yang dinyatakan dengan konstanta HIGH - di pin PIN12 (pin12).
digitalWrite (PIN12, HIGH);

Akibatnya, LED yang dihubungkan ke pin tersebut dan ground akan menyala.

Pernyataan :
delay(1000);
digunakan untuk membuat Arduino Uno tidak melakukan apapun selama 1000 milidetik atau 1 detik. Dengan demikian, selama waktu itu, LED tetap menyala.

Pernyataan :
digitalWrite (PIN12, LOW);
membuat tegangan di PIN12 dinolkan. Akibatnya, LED pun menjadi padam. LED tetap padam selama 1 detik karena adanya perintah :
delay(1000);
Mengingat semua pernyataan yang ada di loop() atau diulang terus menerus, efeknya berupa LED yang akan berkedip-kedip


Eksperimen Waktu Tunda

Sepertinya, delay() hanya berfungsi menunda untuk tidak melakukan apa-apa. Namun, dengan melakukan pengaturan angak yang menjadi argumennya, bisa diperoleh efek lain. Sebagai contoh, Kamu bisa mengubah argumen delay() pertama menjadi 3000. Sedangkan delay() kedua tetap 1000. Upload program tersebut ke Arduino Uno dan lihat apa yang terjadi.

Terima kasih dan semoga bermanfaat.

Baca juga : Cara Menghubungkan Arduino IDE ke PC.

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Penulisan markup di komentar
  • Untuk menulis huruf bold gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silakan parse kode pada kotak parser di bawah ini.

Disqus
Tambahkan komentar Anda

Tidak ada komentar

Berkomentarlah dengan baik dan sopan. Dilarang keras membuat link aktif!